Selasa, 27 April 2010

Menguak : Luka Argumen on Verloren Liefde



Pernahkah engkau jatuh cinta?
Pernahkah engkau hidup diantara dua cinta yang sama besar pengorbanannya?
Pernahkah engkau hidup dalam suasana dilema atau bahkan trilema?
Antara dia yang belum mengatakan, dan dia yang tlah membuktikan rasa itu terang terangan dengan sikapnya dihadapanmu...
Antara ketidakjelasan dan kejelasan yang pasti...
Namun kamu memilih dia yang belum kau tau apakah memiliki rasa yang sama sepertimu ...
Kamu memilih untuk terus menanti


Padahal penantian yang ini rasanya terlalu gelisah untuk dihadapi.
Dia belum pasti...
Karena kau terus saja menunggunya ...
Berharap dia yang kan katakan kepadamu untuk pertama kali ...

Dan,
Pernahkah dia yang sangat engkau percayai dari sejak 6 tahunan yang lalu, engkau hargai keputusandan kekonsekuenannya, yang sangat engkau hormati keadaannya, yang sangat engkau nanti nanti keadaannya tiba-tiba menyakitimu dengan hadirnya pihak lain yang nyaris tak kau percaya keadaannya? Kamu nyaris tak percaya. Dan tumpahlah segala kegundah gelisahan yang telah kau pendam selama ini...

Kesetiaan pada janjimu pun diuji.
Kesetiaan pada janji bahwa kau takkan berpindah ke lain hati bahkan melirik sedikitpun kepada yang lain kini kau dihadapkan.
Kau merasa ini tak adil...

Kau merasa perjuanganmu menantinya lama, sia sia!

Ketika badai itu menghadang ...
Seseorang yang selalu ada di dekatmu, yang kini tinggal berjauhan denganmu, tiba-tiba ada dan mengoyak kekonsekuenanmu untuk beristiqomah dengan dia yang sedang menyakiti perasaanmu secara tak langsung .
Dialah sahabatmu ...
Tapi keadaan akan menjadi lain ketika sahabatmu itu menganggapmu sebagai kasihmu...
Dia menganggapmu sebagai apa yang seharusnya dia jaga dan lindungi sungguh-sungguh
Dia tak mau melihatmu bersedih dan menghamburkan air matamu untuk cinta yang lain

Tapi dia tahu ...
Engkau tak mencintainya seperti apa yang dia rasa padamu.
Dia rela melihatmu mencintai yang lain ...
Dia tahu tentangnya yang kau cintai apa adanya.
Dan dia katakan seperti apa yang telah dia tuturkan ...

by : N Avandira D

Kutulis sakitnya mengetik di keyboard ketika ku ketikan judul itu,
Luka Argumen

Kau ceritakan betapa beningnya perasaan kalbu yang akhirnya menyayat pikiranmu sendiri
Untuk dia
Engkau ukir betapa sulitnya diameter lingkaran terkecil yang dengan cinta kau buat dengan mudahnya
Untuk dia
Seberapa kuat engkau bertahan di tengah badai yang menghantam
Untuk dia

Tapi engkau lalu tergoyahkan dengan siluet tak nyata tentang 'dia' yang lain yang mengisi relung hatinya
Engkau sempat sedih, marah, kecewa, menyesal, dan hampir putus asa
Aku sendiri merasa menjadi pihak yang diam tak bisa melakukan apa-apa karena ku jauh disini
Sedih harus melihat engkau bercerita sedih ditengah kepatah hatianmu itu

Kupercaya dia, yang akhirnya kan lukai perasaanmu kini dan semoga tak sampai nanti
Tapi kutetap percaya, pada luka argumen yang akhirnya nanti kan buatmu sadar bagaimana cara cinta seorang lelaki yang benar-benar tulus mencintai wanita hebat sepertimu

Semua ini hanya mengharapkan keteduhan waktu untuk berfikir jernih tentang dia yang terbaik untukmu..

Jika dan bila hanya dia akhirnya ...




Bilang aku,
Dan bawa dia padaku,
Berjanjilah dia padaku,
Bahwa dia tak akan pernah lagi buatmu kecewa seperti ini ..


(kupercaya dia,
karena dia kan padamu)




Miris rasanya melihatnya seperti ini ...
Sulit, tapi ini benar nyata rasanya...

Sempat kau merasa, ada konflik ideologi antara mereka. Entah apa yang mereka bicarakan
Kau tak tahu apa itu. Kau tak bisa membuktikannya. Tapi Kau merasakannya...

kisah klasik "Verloren Liefde- Luka Argumen" kini menjadi kenangan ...
Ketika kau tahu bencana hebat hatimu kembali menggelegar...

Duka yang kau rasa kini lebih sakit, lebih mengerang dan membiru di dalam dada.
Bahkan apabila kau tak kuasa tuk mendengarnya pertama kali, kau akan jatuh dan hanyut dalam kesdihanmu bertahun tahun ....

Luka yang terlubangi itu kembali menganga ....

Kau kehilangan dia, Nozandra Avandira Diezotadanta untuk selamanya,
sebelum kau sempat tahu kenyataan permasalahan yang ada antara mereka. Sebelum kau sempat tahu.

Kami semua kehilangan,
Nozandra Avandira Diezotadanta, Februari lalu, Strasbourg hospital, France, karena Penyakit Ginjal Kronisnya yang baru ketahuan ...

Nyatanya, aku telah kehilangan dia yang selalu menjagaku. Apa maksud Tuhan menghadirkan musibah ini antara kita?

Apakah Tuhan ingin aku lebih memfokuskan perhatianku dengan seseorang yang sejak pertama menjadi acuan?
Apakah ini yang Tuhan inginkan untuk mengakhiri konflik batin antara Andra dan dia?
Apakah ini akan menjadi pertanda bahwa aku harus lebih tegar untuk hadapi cobaan kehidupan kedepan?

Ya, aku harus lebih tegar!
Harapanku ada padaku semua, aku pasti bisa hadapi rintangan yang lain untuk dapatkan itu semua.
Aku yakin Allah selalu ada bersamaku, kapanpun itu ...

Allah cinta aku!
Allah sayang aku!

Untukmu Andra ...
Semoga kau tenang di alam sana ...
Semoga malaikat malaikat kecil menemanimu, berbahagia menikmati alammu disana...

Terimakasih, selama ini kau hadir disini sebagai pendengar setia yang tak pernah mengecewakan (walaupun lama-lama aku merasa kau 'mungkin' nekat menyampaikan hal yang kurasa kepadanya)...

Kami selalu mendoakanmu disini,
Aku, Medha Zeli Elsita
Mereka, sahabatmu yang menyayangimu dimanapun mereka berada
Mereka, saudaramu Ash habul kahfi
Kami semuanya,
dan mungkin dia, aku percaya nantinya dia takkan mengecewakanmu Dir !

( Gambar : diambil dari belakang, hari terakhir aku bertemu Dira (kami sedang kacau saat itu "lagi marahan") saat mengantarkan Eyang periksa di RS Panti Rapih )

4 komentar:

  1. puisimu duilee...
    terasa menusuk di kalbu.
    jd ini yg kok tulis waktu pkn peljran kosong..
    hahah..
    tetaplah beristiqomah dan yakini apa yg telh km yakini slama ini.. ganbatte my sister
    don't give up!

    BalasHapus
  2. ew.. aku jadi ingat seseorang ketika baca beberapa subtitle di blogmu, me. hahaha
    ungkapan hati yang begitu dalam membuat aku hampir menangis.. *lebai dikit*
    hehe...
    tp jujur loh.. baca bacaan di atas buat aku hampir nangis beneran... so sweet.. X)

    BalasHapus
  3. :DDD terimakasih banyak Kak :) hahaha

    BalasHapus