Sabtu, 12 Juni 2010

Merengkuh Ragu - Terus Menunggu



Lelaki itu bernama Kau.
Kini telah enam tahun sudah kupendam rasa cinta pada sosok dirimu, Kau
Betapa kuatnya cinta ini hingga tak ada satupun alasan yang bisa meruntuhkan kepercayaanku padamu, kecuali mungkin nanti kembali darimu
Memang benar akulah yang pertama memutuskan untuk menyukaimu,
Akulah yang memulai semuanya sejak satu mimpi itu datang menghiasi bunga tidurku.

Konyol!
Hanya karena mimpi aku benar-benar bisa menyukaimu!
Walaupun mimpi itu sudah berlangsung pada masa 7 tahun yang lalu, tapi entah mengapa bayangan mimpi itu masih juga menghantui pikiran dan batinku tentangmu sampai detik ini juga.
Mencintai seseorang hanya karena mimpi!
Kekonyolan yang amat tak masuk akal.
Namun, walaupun begitu jujur saja,
Cintaku padamu penuh dengan nalar.
Bisa kujelaskan apa dan mengapa sampai pada akhirnya rasa suka itu berganti menjadi cinta,
Seperti apa yang terjadi pada saat ini.

Mau tahu?
Kau indahl!
Tiada lelaki di luar sana yang memiliki keindahan selain Kau seorang.
Sungguh!
Di jaman edan seperti ini, hanya engkaulah satu lelaki spesial yang pernah kutemui diantara seribu yang lain.
Keimananmu,
Mungkin kau tak tergoda oleh banyak wanita disekelilingmu oleh karenanya
Tapi aku, aku tergoda!
Tergoda untuk mampu menjadi sepertimu!

Diam.
Kenapa Kau banyak diam?
Apalagi bila denganku
Takutkah kamu karena aku telah mencintaimu lalu kau tunjukkan kesederhanaan hatimu?
Kau memang pribadi yang benar-benar sederhana,aku justru mengagumi kesederhanaanmu.

Keseerhanaan,
Alasan kedua setelah kuatnya iman mengapa aku menginginkan dirimu.

Aku tulus mencintaimu!

Aku ingin belajar menjadi sosok sederhana sepertimu.
Apakah kau masih meragukanku?
Kesetiaan padamu yang sempat kau ragukan dariku, kujawab.

Mengenalkah Kau tentang Andra-sepupu yang mencintaiku?
Lihatlah dia - lihatlah aku!
Secara terang-terangan kuabaikan dia, demi Kau.
Sama seperti yang Kau dengar dari mulut anak-anak yang lain.
Itu benar!

Sadarlah, aku telah menunggumu selama ini!
Kenapa Kau masih tak mempedulikan aku?
Aku mau jawaban antara ya atau tidak.
Tapi kenapa belum juga kau kemukakan itu kepadaku?

Enam tahun bukanlah waktu yang singkat dalam penantianku.
Sampai kapan aku harus menanti kepastianmu.
Bukan merupakan satu malasah jika akhirnya kau benar akan menerimaku,
Tapi bagaimana jika sebaliknya?
Tegakah Kau melihatku merenungi nasib kesendirian sampai bertahun-tahun hanya karena terpenjara kepastian darimu?

Jadi, kumohon!
Jangan biarkan aku menghabiskan sisa hidup waktuku hanya untuk merengkuh ragu...

9 komentar:

  1. nice blog,med
    beda nih blognya dr yg lama

    BalasHapus
  2. heh maksud mo opo wajahku menipu hah...

    aku kan cen geg mbaca 'buku' heheh

    walah ad bocah narzism.. tp fotonya lumayan keren.. bukan oragn and modelnya loo

    BalasHapus
  3. Dear IZZA :

    Makasih Izza :)) iya. aku rias habis habisan ini :D

    BalasHapus
  4. hwa hwa hwa.. aduh g perlu sgotunya

    BalasHapus
  5. Dear ANKRIS :

    woi woi ! ..
    arrrrr :SSS

    wkwkwwk

    BalasHapus
  6. heh kok aq ga dibilangin makasi

    BalasHapus
  7. Dear ANKRIS :


    makasih ya (^.^)*
    .cukup.


    hahahahahaah

    BalasHapus
  8. belum krg...
    (wave)

    BalasHapus