Rabu, 04 Mei 2011

Chord Tetap Mengerti - Kerispatih


[intro] D Bm A 2x

D A/C#
semua terasa salah
Bm A G
semua terasa hina
Em A F#m
ketika rasa itu tak bisa lepas
Bm C A
dari diri yang tlah terhempas

D Bm
cinta jadi suatu yang jauh dari artinya
A G
memberi walau harus tak diberi
Em A F#
menerima meski tak diterima
Bm A
lihatlah aku di sini
E A
haruskah ini terjadi

[chorus]
D D/F#
lakukanlah sampai engkau puas
Bm A
cari saja apa yang hatimu mau
G
sampai kapanpun aku
F#m Em A
selalu mencoba untuk mengerti

D D/F#
teruskanlah hingga engkau jera
Bm A G
dustai dan khinati lukai hatiku
Em F#m
meski lautan air mataku mengering
G A D
ku coba tetap mengerti

D Bm A


Bm A
lihatlah aku di sini
E/G# G F#
haruskah ini terjadi

[solo] B C#m D#m E F# D# G#m F# C# C#m E A


[chorus]
D D/F#
lakukanlah sampai engkau puas
Bm A
cari saja apa yang hatimu mau
G
sampai kapanpun aku
F#m Em D C A
selalu mencoba untuk mengerti

A F#
teruskanlah hingga engkau jera
Bm A G
dustai dan khinati lukai hatiku
Em F#m
meski lautan air mataku mengering
G E/G# A
ku coba kucoba
D
tetap mengerti

[ending] D Bm A 2x

Jangan salahkan siapa-siapa, please ...
Sudah banyak air mataku keluar hanya karena teringat semua kesalahanku padamu, Dir.
Ini semua salahku,

Aku yakin!

Aku baru menyadari betapa sakitnya rasa cinta yang tak terbalas seperti yang kamu rasakan kepadaku. Terkadang aku marah-marah sendiri. Suatu ketika aku tersenyum. Kerapkali aku menangis. Itu sepertimu!

Inilah karmaku, karena ulahku.
Aku merasakan bagaimana beratnya bersabar dalam menunggu jawaban seseorang sampai 7 tahun. Tak mudah bagiku untuk bisa bertahan dari goyahan badai yang menghantam sampai hatiku membiru. Walaupun aku akhirnya menyerah...

Menyerah untuk tidak melanjutkan rasaku yang pernah tertahan selama 7 tahun itu.
Aku memutuskan untuk mundur.
1 Januari 2011, aku memutuskan untuk mundur.

Kamu nggak tau kan, Dir?
Aku sudah mundur untuk tidak mencintainya.
Iya, tidak untuk mengharapkannya lagi.
Aku mundur untuk kebaikan, aku mundur untuk menyelesaikan segala rasa kebimbanganku, dan aku mundur untuk mengobati lukamu walau kutahu lukamu sudah tak kan pernah bisa mengering.

Lukamu terlalu dalam
Lukamu terlalu sakit
Lukamu tlah kau bawa pergi sampai ke dalam bayang tidur abadimu
Aku tak bisa membayangkan betapa luka itu sangat mengganggu tidur lelapmu sampai hari ini juga
Luka itu membakar
Membakar separuh kebahagiaan dalam keabadianmu
Hanya karena aku...

Tapi kini,
Sudah adilkah aku bagimu?
Aku yang tak memiliki maupun dimiliki oleh dua orang yang berbeda...
Awalnya dia belum tahu, namun kurasa kini dia tahu.

Dia mulai menjauh dariku dan entahlah, dia berubah. Aku tahu, dulu ataupun sekarang dia masih senang 'diam' dalam menyambut cintaku, tapi diam kali ini kurasakan berbeda. Dia lebih banyak menghindar dariku.
Tapi aku berusaha tak peduli, walau kadang rasanya sangat pedih.

Entahlah, perasaanku benar atau tidak. Tapi kudapati begitu.
Aku tak tahu apa yang akan kamu katakan kalau kamu masih ada disini.
Mungkin kamu akan menatap mataku dan mengatakan betapa bodohnya aku dalam ucapan lirihmu ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar