Minggu, 22 Mei 2011

Melenggang Bayangan Masa Lalu ( Untuk Cinta - Jikustik)



Nggak pernah menyangka sebelumnya kalau Brian (vocalis barunya Band Jikustik) bakal benar-benar datang ke SMAN 1 Teladan Yogyakarta pada acara Forum Anti Pekat 2011 kemaren, Sabtu, 21 Mei 2011. Belum lama aku suka Jikustik karena salah satu lagunya pernah jadi soundtrack of the month dan diputer berkali-kali di Swaragama Fm. Awalnya nggak pernah ngeh soal lagu ini atau gimana cerita dibalik liriknya. Sampai pada akhirnya, kemarin pas nonton livenya Brian nyanyi lagu ini, pipiku kayak ditampar sesuatu.

PLAAK!!!

kenapa?
Coba putar video klip satu ini. Dengarkan sambil baca lirik dibawahnya.



pernah kita bersama
pernah kita bahagia
mengarungi dunia
berjanji tuk setia

aku tahu dirinya
yang terbaik untukmu
namun lihatlah aku
lelaki yang merindu

bila sinar surya terang menerangi kita
ku kan mendekapmu erat takkan ku lepaskan
walau kini engkau telah memilih dirinya
ku kan selalu berharap ku kan selalu menanti
untuk cinta


Lagu ini seperti menjadi satu pesan bawah sadar,
yang membawa pikiranku melayang menuju satu nama!
Andra

Lirik lagu ini seakan-akan menggambarkan bagaimana perasaan yang dirasa Andra kepadaku. Mungkin kalau lagu ini udah tercipta ketika dia masih ada disini, dia nggak bakalan segan-segan ambil gitarnya dan langsung nyanyiin lagu ini dihadapanku untuk menyindirku.

Hey!
Kenapa lagi-lagi aku harus tertampar?
Aku udah mau melupakan keduanya!
Aku udah nggak mau mengungkit masa-masa itu lagi,
Meskipun kadang aku merindukannya

Aku punya aturan
Mengapa aku menangis
Kapan harus menangis!
Dan kepada siapa harus menangis!
Bukan untuk menangisi Andra,
Bukan untuk menangisi masa lalu!!

Setiap orang pasti punya masa lalu
Tapi udahlah...
Masa lalu biarin aja jadi masa lalu
Biar aja jadi memoar,
Biarin aja!

Ingat...
Andra sudah menjadi masa lalu
Xxxx pun sudah nggak ada di pikiran
Aku udah lepas dari keduanya, seperti dalam Elastisitas Jeda teori Ruang Waktu poin pertama yang pernah kutulis sebelumnya,
MERASA TAK MEMILIKI DAN DIMILIKI


Tapi kenapa lagi-lagi ada yang menamparku?

Belum cukupkah ungkapan segala penyesalan yang datang setelah kamu pergi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar