Minggu, 15 Mei 2011

Menguak luka Argumen 2 on Broken Vow - Lara Fabian

Curhatan dibalik kisah :
Aku punya kebiasaan pasang musik dari radio di kamar setiap harinya non stop! Jujur, asli, aku pasti dengerinnya frekuensi 101.7 Fm a.k.a Swaragama Fm. sampai pernah suatu ketika kakak coba ganti dan aku pun ngamuk nggak karuan, entah kenapa =__=

Kebetulan di acara Insomnia, Swaragama puterin salah satu lagu lamanya Ost. Meteor Garden. Aku langsung pasang muka bahagia karena sudah sejak jaman filmnya diputer aku suka banget sama semua lagu-lagu dari filmnya. Tapi sedih, aku nggak pernah tau apa judul-judulnyanya sampai detik itu juga khusunya untuk satu lagu ini. Saking nggak taunya tuh lagu judulnya apa, jaman-jaman awal ngedenger lagu itu di Swaragama, kalau pas bawa HP, mulai deh ngrekam tuh lagu pake aplikasi recorder -_______- sedih banget pokoknya.

Hampir tiap malam bersamaan dengan acara Insomnia, Swaragama hampir selalu puterin satu lagu itu. Lagu itu mellow-nya kena banget. Pokoknya galau mampus. Lama-kelamaan aku gregetan juga (namanya juga anak manusia. Sampai suatu ketika aku lagi kecanduan main twitter (lagi) yang setelah berbulan-bulan ditinggalin dan nggak pernah update. Nggak lupa sebelumnya aku udah follow-follow twitternya @swaragamafm dan waktu itu juga secara kebetulan lagunya lagi diputer. Mulailah tanda tanyaku berkeliaran dan tanpa sabar *baca:bringas* aku ngetwit buat nanya judul lagunya apa ke @swaragamafm. Nggak lama kemudian twitku pun dibalas dengan balasan :
Broken Vow - Lara Fabian


Yippi!

Setelah bertahun-tahun akhirnya nemuin juga apa judulnya. Wuidih... langsung semangat 45 deh aku! Download lagu itu dan langsung di play. Alhasil, aku kepikiran untuk bikin klipnya yang juga pakai latar belakang cerita Verloren liefde dan dengan lagu Broken Vow. Nggak pakai mikir lama, aku langsung bikin sampai jam 3 pagi! Begadang, padahal besoknya sekolah! Tapi, sumpah seru banget!!

Jadi, Verloren liefde (Kehilangan Cinta) adalah sekumpulan dari potongan-potongan kisah nyataku yang sedang dalam proses pengumpulan dan akan dijadisatukan. Sebenarnya merupakan impian yang belum lama kalau aku ingin bisa merealisasikan draft Verloren Liefde dalam bentuk novel yang kemudian diterbitkan. Tapi kurasa itu perlu waktu yang cukup lama dan aku sedang berusaha untuk itu. Insyaallah...

Verloren Liefde mengisahkan tentang kisah cinta yang pernah aku alami sejak kelas V SD sampai sekarang ini dan dengan orang yang sama. Aku mencintai dia sejak tahun 2004-an sampai sekarang ini 2011. Dia orang yang baik dan taat beragama. Aku tak mau menyebutkan namanya. Disisi lain aku juga memiliki saudara sepupu yang menyukaiku, namanya Andra. Dia biasa kupanggil dengan panggilan; Dira, Kadir, ataupun Krik-Krik. Dia orang baik dan menyenangkan.

Keduanya merupakan orang yang menarik. Mereka memiliki potensi pribadi yang luar biasa dan tak sama. Akan tetapi gaya hidup antara keduanya berbeda dan itu membentuk gambar air dan api yang sudah jelas terlihat sangat berlawanan.


Gambar diambil dari http://donielamor.blogspot.com

Walaupun secara keseluruhan postingan di blog ini bikin kalian sedih atau bahkan sampai ada meneteskan air mata(maaf ya nggak maksud bikin kalian sedih lho)namun ada banyak bahan renungan hidup yang bermakna dari cerita-cerita ini. Karena aku merasa setiap membaca postinganku sendiri berdasar apa yang aku alami pribadi aku seperti merasa harus lebih banyak belajar dari pengalaman. Lewat blog ini, aku ingin semua orang tak terkecuali bisa mengubah paradigma sifatnya yang keras sehingga mau mendengar dan menghargai keputusan serta pilihan (ketetapan) orang lain.

Cuplik-cupliknya kira-kira seperti itu kurang lebihnya. Mari ke topik utama: Broken Vow - Lara Fabian

SARAN : putar lagu Broken Vow pada kotak musik di sisi kanan atau klip dibawah ini supaya feelnya dapat kalian rasakan lebih dalam.






Lagu itu sebenarnya bukan berarti apa-apa. Aku hanya ingin menggambarkan suasana yang aku alami ketika waktu itu. Ketika hadir orang ketiga diantara kami, seorang perempuan lain yang tak kuketahui siapa namanya. Perempuan itu berhasil merusak image tentang lelaki pertama yang kupercaya walaupun hanya dalam dalam hitungan hari.

Aku dibuat kalang kabut seketika!



Sudah 6 tahun lamanya kunyalakan tungku api cinta di dalam hatiku
Awalnya hangat dan menenangkan
Tapi entah mengapa kini ia berkobar hebat
Menyala-nyala dalam gelap
Memerah membara tak tahu isyarat

Kucoba kuasai,
Sekali, kedua kali, ketiga kali ...
Hingga ke sekian kalinya kucoba menghentikannya
Namun sama saja
tetap tak ada beda

Kubawa pergi api itu dalam kenangan
Kubawa lari menembus bayang kasat mata
Terengah-engah dan hampir ku tersungkur jatuh karenanya
Hingga akhirnya aku benar-benar jatuh terjerembab
Meluka, memerih, dan memedih dalam tangis

Ku tak tahu bagaimana mengenyahkan tungku api itu
Hingga satu ketika kutemukan sebuah tawaran keadaan
Untuk menaruhnya di tempat paling aman, di hatiku.
Karena dirasa tahu, api itu sudah terlalu lama mendekam di dalam tungku hatiku
Dan api itu telah menjadi bagian dari desah rasa risau hatiku

Dia, Andra yang berkata seperti itu
Ya, ada seorang yang lain dan bernama Andra
Aku tak menyangka mengapa dia begitu peduli akan aku
Aky yang tak pernah ada untuk mau mencintainya
Melalui puisi yang dikirimkannya untukku,
Dia berkata lagi :

-------------------------------------------------------------------------------------

Luka Argumen

Kutulis sakitnya mengetik di keyboard ketika ku ketikan judul itu,
Luka Argumen

Kau ceritakan betapa beningnya perasaan kalbu yang akhirnya menyayat pikiranmu sendiri
Untuk dia
Engkau ukir betapa sulitnya diameter lingkaran terkecil yang dengan cinta kau buat dengan mudahnya
Untuk dia
Seberapa kuat engkau bertahan di tengah badai yang menghantam
Untuk dia

Tapi engkau lalu tergoyahkan dengan siluet tak nyata tentang 'dia' yang lain yang mengisi relung hatinya
Engkau sempat sedih, marah, kecewa, menyesal, dan hampir putus asa
Aku sendiri merasa menjadi pihak yang diam tak bisa melakukan apa-apa karena ku jauh disini
Sedih harus melihat engkau bercerita sedih ditengah kepatah hatianmu itu

Kupercaya dia, yang akhirnya kan lukai perasaanmu kini dan semoga tak sampai nanti
Tapi kutetap percaya, pada luka argumen yang akhirnya nanti kan buatmu sadar bagaimana cara cinta seorang lelaki yang benar-benar tulus mencintai wanita hebat sepertimu

Semua ini hanya mengharapkan keteduhan waktu untuk berfikir jernih tentang dia yang terbaik untukmu..

Jika dan bila hanya dia akhirnya ...

Bilang aku,
Dan bawa dia padaku,
Berjanjilah dia padaku,
Bahwa dia tak akan pernah lagi buatmu kecewa seperti ini ..


(kupercaya dia,karena dia kan padamu)
Nozandra Avandira D


-------------------------------------------------------------------------------------

Well!

Dia mengungkap semua kepedulian akan luka argumenku
Dan Andra seakan-akan sudah berani membentuk opini di dalam kepalaku,
Bahwa lelaki itu adalah lelaki yang paling tepat untukku daripada dirinya

Daripada dirinya?!
Ya, daripada dirinya sendiri
Karena dia mencintaiku
Karena dia membandingkan dengan si pembuat api hatiku: siapa yang paling pantas untukku? Dia atau dirinya sendiri?

Hatiku terkoyak pada saat-saat ini
Hanya ada 2 pilihan, tidak untuk yang lain:
1. Bertahan untuk tetap mencintai, ataukah
2. Mundur

Point pertama menguatkan hatiku. Aku yakin dia tak separah yang kubayangkan yang dengan mudahnya menghadirkan perempuan lain yang mampu membuatku cemburu. Dia lelaki baik. Aku percaya pada lelaki yang benar baik seperti dirinya.

Akan tetapi, point kedua menggoyahkan imanku. Haruskah aku mundur dan mulai menyusuri jejak cinta yang lain? Mungkin saja dia memang bukan jodohku tapi aku tetap ngotot untuk mempertahankan rasa itu sebagai bentuk konsekuensi yang mungkin salah dalam penafsirannya.

Point kedua kemudian mengarah pada Andra,
Apakah aku mungkin berpaling pada sosok lelaki ini?!?

Namun selama ini aku tak pernah memiliki rasa suka kepada Andra
Atau aku tak pernah mau menumbuhkan rasa sukaku kepada Andra
Tak pernah aku mau mencobanya sekalipun
Lagipula...
Untuk apa aku menyukai saudara sepupuku sendiri?


AH TAK MAU!
Tapi lagi-lagi itu tak mungkin
Karena Andra telah berani menyangkal takdir
Bagimana keadaanku yang ada dia tetap akan ada untuk mencintaiku (seperti yang dia kata)
Aku biarkan saja perasaannya...

KEJAM?
Itu terserah padamu, pikirkan baik-baik jika itu terjadi padamu
Bukannya aku tega atau angkuh!
Tapi aku sudah lelah mengatakan : aku tak mungkin bisa mencintaimu balik!

KARENA : NGGAK MASALAH- KATA ANDRA
Baginya mencintai adalah satu hak kebebasan tak terbatas
yang setiap orang boleh merasakannya meski yang dicintainya itu telah mencintai orang lain

Mencintai adalah suatu bentuk keberanian bersyarat;
Ketika kamu mencintai seseorang, bersiaplah untuk diterima dan diabaikan.


Jadi, bagaimana? Adakah aku masih harus menerima sang api dalam tungku hatiku ataukan justru Andra?
Jawabannya: ya, aku bertekad ada untuk kesempatan kedua yang mungkin menjadi kesempatan yang terakhirku ini. Andra? HUH!

Keputusan tak selamanya untuk sepihak.

Kubuktikan kata-kata kutipannya ini dengan sikapku kepadanya: Aku tak mau memilihmu bukan karena aku lebih memilih dia. Ini bukan lalu menjadi batas pilihan antara kamu dan dia!

Pengorbanan tak selamanya mengorbankan yang terburuk.

Aku mengorbankan dia untuk tidak memilihnya bukan berarti dia lebih buruk dari sang lelaki pertama. Aku mengorbankannya atas dasar pilihan komitmen. Aku sudah setia dengan pilihan pertamaku, kenapa harus mencari yang lain?

Kemudian dia tersenyum lebar dalam diam pikirnya
Untuk yang terakhir kalinya kukatakan kepadanya:
Jangan pernah lagi mencintaiku!
Carilah wanita lain yang jauh lebih baik dari yang hanya bisa menyakiti perasaanmu seperti aku!

Dia menyorotku tajam seperti hendak mencengkeram
Namun kemudian menyudutkan bibirnya lebar-lebar dan memberikan aku senyuman dan berkata,
MAAF, TIDAK!
Tak semudah yang kamu mau aku mampu lakukan!
Bukan perkara yang mudah dan sepele untuk ku bisa mencintai seorang wanita,
apalagi mencintai orang sepertimu
Apakah aku salah,
kalau aku mencintaimu tapi tak pernah menuntutmu untuk menjadi kekasihku?
Apakah itu mengganggumu?


OKE AKU KALAH, NDRA! TERSERAH KAMU!!!

Setelah semua berjalan jauh, semua memang baik-baik saja seperti apa yang pernah dijanjikannya. Tapi ada satu yang mengganjal di dalam hati: mengapa semakin lama aku menyadari Luka Argumen lebih banyak melukai perasaan Andra sendiri daripada untuk kepentinganku-menyembuhkan lukaku, ya?

Andra banyak mengorbankan perasaanya demi kebahagiaanku

Andra lakukan apa saja yang aku minta kecuali untuk tidak mencintaiku

Kini aku tahu dan menyesal,
Maafkan aku ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar