Senin, 06 Juni 2011

SETANMAN




“sometimes I try to remember, sometimes I try to forget. Maybe my feelin’ is the right thing at the wrong time, or just the wrong thing.”



Waktu itu (tahun 2009 pertengahan tahun) aku lagi hang out sama salah satu temen SMP-ku, Yacinta. Waktu lagi asyik jalan-jalan kita nemuin kalung kayak begini di salah satu toko aksesori yang ada. Unik gitu lho! Awalnya yang niat beli kalung beginian bukan aku, tapi Tata (panggilan Yacinta). Tapi entah kenapa aku jadi kepingin juga untuk kasih barang kayak gini buat Andra yang mau pergi ke luar negeri sebentar lagi. Well! Alhasil aku dan Tata beli kalung ini untuk dua pasang. Yey!

Layaknya sepasang sahabat, kalung itu kemudian sama-sama aku dan Tata namakan SETANMAN dan SETANWATI :)

Dua hari-tiga hari-empat hari berlalu, sengaja kubiarkan Andra sibuk dengan urusan persiapan keberangkatannya ke Eropa. Aku sengaja nggak mengajak dia untuk smsan ataupun sekedar telepon sesaat. Aku nggak mau mengganggu persiapannya walaupun hampir setiap malam dan pagi dia selalu mengirimiku sms rindu. Dasar! Belum ada seminggu nggak smsan saja sudah merindu :)

Sampai suatu hari kemudian dia menelponku dan meyakinkan bahwa dia sudah mempersiapkan semua persiapannya dengan baik. Dia siap untuk mengajakku pergi. Aku meyakinkannya sekali lagi dan begitu sudah jelas aku memutuskan untuk 'ya! Ayo kita pergi'. Kami bingung harus pergi kemana, sampai pada akhirnya I Cafe yang ada di Jalan Cik Di Tiro pun menjadi sasaran pertemuan terakhir kami.

Beberapa saat setelah kami mengobrol dan menghabiskan makanan kami...
Medha : Ndra, ini buat kamu (menaruh setanman di meja)
Andra : He? (meraih setanman dan memperhatikan bentuknya baik-baik di telapak tangan kanannya)
Medha : Lucu kan...?
Andra : (menatap kalung setanwatiku sebentar) Kalau yang itu apa?
Medha : sama, beda warna aja dan ini buat aku.
Andra : couple ? (tersenyum lebar)
Medha : Ya. Tapi ingat, ini untuk lucu-lucuan aja. Nggak berarti aku sama kamu trus ada apa-apa.
Andra : Eh? Oh... kirain... (agak kecewa-mungkin)
*cuplikan selanjutnya ada di Novel Verloren Liefde*




Ini dia yang namanya Setanman (pasangannya, si Setanwati, hilang di tengah jalan padahal aku belum sempat memfotonya)


Hari itu menjadi hari yang paling kuingat seumur hidupku!
Setanman pun akhirnya dibawanya sampai ke Strasbourg dan aku tak tahu apa yang terjadi pada benda satu itu. Mungkin hanya ditaruh di meja atau mungkin dibawanya pergi kemana-mana (yang pasti dia tak akan memakainya, begitu pula denganku), I dunno.

Tapi, setelah dia nggak ada pada bulan Februari 2010, aku nggak menyangka kalau Mas Hendra nemuin satu benda ini di kantong dompet adiknya dan memberikannya kembali kepadaku. Mas Hendra adalah kakak kandung Andra yang paling mengerti akan hubungan diantara kami dan apa yang terjadi di dalam termasuk pernak-pernih yang ada. Mas Hendra menjadi orang kepercayaan Andra. Karena kepercayaannya itu sampai-sampai kunci kamar Andra di rumah Jogja pun dipasrahkan kepadanya selama dia di Perancis (nggak tau kenapa padahal Mas Hendra juga jarang ada di kota ini).

Suatu hari ketika Mas Hendra pulang ke Jogja (belum lama lho, sekitar bulan januari lalu) dia menyempatkan diri untuk membereskan kamar Andra dan jreeeng! Oke, ini langsung aja aku tuliskan apa yang Mas Hendra bilang waktu chat sama aku waktu itu (gaya tulisan sudah diperbaiki -orangnya alay soalnya kalau nulis- hehe, peace)

Pagi tadi aku beresin kamar Andra. Tau nggak? Tau nggak? Aku nemuin banyak kertas yang isinya mirip syair dan satu buku karya Moammar Emka. Tapi kemudian ditulis ulang sama dia dan nggak kebaca tulisannya. Aku baru nyadar kalau adikku satu itu ternyata kagum sama Moammar Emka. Hmmm. Lagi, jangan kaget kalau pas kamu buka facebooknya nanti ada update-an terbaru. Lmao. Itu bukan hantu. Hehehe. Soalnya selain itu tadi aku nemuin satu kertas yang isinya password : xxxxxxxx. Gosh! Iseng aku buka myspace, flickr, youtube, yahoo, twitter, skype, blogspot, sampai akhirnya facebook yang aku sisipkan username alamat emailnya. Hap! Terbukalah situs facebooknya dengan cuma-cuma. Hahahahahahah XD Tapi kok facebook aja ya? Aku berharap kebuka situs yang lainnya. lol


HIH!
Agak nyebelin sih Mas Hendra itu! Freak ah sama orangnya!
Andra juga! Aneh banget sih pake nulis pw di satu kertas. Keuber deh semuanya. Huh!

Eittss... tapi nggak juga sih, dia juga baik kok. Biarpun nyebelin gitu Mas Hendra juga yang akhirnya kasih aku informasi tentang kedekatan adiknya dengan si xxxx lewat akun itu juga.

WOW!
Aku nggak pernah menyangka sebelumnya kalau ternyata Andra sudah kenal dekat dengan xxxx dan pernah saling kirim message FB yang isinya membicarakan tentangku.

AKU NGGAK PERNAH TAU SEBELUMNYA!
DAN AKU NYARIS NGGAK PERCAYA!

Nggak lama aku langsung menepisnya, karena memang itu nyata.
Aku membaca sendiri pesan diantara mereka!
Aku memahami isi percakapan mereka!
Dan aku ... aku benar-benar nggak percaya!

Setelah hari itu, aku semakin tak bisa melupakan Andra!
Hingga kalung Setanman ini pernah kutitipkan pada seorang yang lain beberapa waktu setelah kembalinya ke tanganku
Ku coba sembunyikan keberadaannya agar tak lagi ada waktuku untuk mampu mengenang kisah kasih kalung itu
Seseorang itu bernama Satya dan dia mengerti akan semua
mengerti tentangku, mengenal Andra, dan bahka mengenali xxxx secara dekat

Tapi selang lama, kupahami aku tak bisa melupakan Andra begitu saja
Kalung ini pun kuminta kembali ke tanganku
Kamu yakin?- tanyanya
Ya!
Kini kalung itu ada padaku,
Biarlah kenangannya tertulis pada harian Verloren Liefde ini
Dan menceritakan kisahnya padamu,
Sampai nanti, sampai kapanpun :)

Bagaimana denganmu?
MEDHA ZELI ELSITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar