Kamis, 04 Agustus 2011

Be Positive with GALAU



RAMADHAN MUBAROK!
Pertama-tama setelah absen 1 bulan memposting blog ini, aku akan mengucapkan:
Selamat menunaikan ibadah Bulan Ramadhan 1432H untuk seluruh umat muslim sedunia. Selamat menjalankan ibadah puasa ya teman-teman! Semoga diberi kelancaran selama pelaksanaannya. Turut mendoakan juga semoga kita semua selalu dalam lindungan serta berkah-Nya yang tiada tara ini, apalagi yang hobi menggalau dengan blog ini. Hehehe. Amin ya? Amiiiin ...

Saat menghilang ada beberapa teman yang tanya, 'Mana postingan terbarunya di blog? pengen baca lagi, Med! Pengen galau lagi! Kemana aja postingan kamu? Udah nggak mood nulis ya?'

weitss stop stop stop! Bukan begitu juga lho sebenarnya yang lagi terjadi sama aku (by the way makasih banyak ya sama kepedulian kalian!) tapi aku sedang mempersiapkan sesuatu yang membutuhkan perhatian jauh lebih banyak.! Aku sedang fokus kepada penulisan novel Verloren Liefde itu sendiri. Doain ya, semoga aku semakin giat menyelesaikan Verloren Liefde dan novel ini cepet kelar! Amien ...

Beberapa hari ini tanpa kegiatan posting blog sebenarnya aku lagi rajin ke Toko Buku untuk mencari buku-buku GALAU. Lho? Galau dicari?? Iya, bener banget. Kalau orang lain berlomba-lomba dalam menghindari kegalauan, aku justru terus mencari kegalauan. Galau menurutku sangat menarik. Galauku justru menjadi kunci untuk membuka kenangan-kenangan masa lalu. Kalau nggak gitu, blog ini juga nggak bakal tercipta, hehehe. Sampai akhirnya aku menemukan satu buku yang sangat menarik...



Aku udah kepengen banget beli buku ini sejak sang penulis woro-woro lewat akun twitter-nya dan baru sempat kebeli beberapa bulan kemudian karena baru masuk Jogja juga belum lama ini. Buku ini menarik banget lho. Curhat galau dari Tuan Setan.

Penasaran? Beli aja bukunya! Aku sudah mengoleksi 2 buku Fahd dan yang sebelumnya berjudul Curhat Setan (masih berhubungan sama Tuan Setan gitu). Aku nggak tahu kenapa penulis ini benar-benar unik menuliskan wawancaranya dengan Tuan Setan. Sebenarnya siapa sih Tuan Setan?

Aku curiga kalau Tuan Setan benar-benar satu makhluk yang ada di tempat antah berantah sana. Aku curiga kalau Bang Fahd Djibran ini bisa berkomunikasi dengan mereka. Nah kalau iya, bisa nggak aku ngobrol sama Andra, Bang???

Lalu, teori ilusi ini mengantarkanku pada satu buah pikiran,
Aku kangen Andra.

Beberapa hari ini aku kangen sama Andra, nggak tahu kenapa. Sampai-sampai aku update status di facebook sambil #ehem# nangis dan nulis gini...

Aku kangen kamu, Ndra ...


Aku nulis kayak gitu juga pas lagi sakit flu berat. Ya pokoknya nggak tahu juga, mungkin karena kebawa suasana sakit kali aku jadi melankolis begitu. Soalnya waktu kena flu itu aku bener-bener ngerasa nggak enak banget (nggak kayak flu-flu sebelumnya). Meriang, panas-dingin, dan nggak bisa makan minum karena sambil menjalankan ibadah puasa. Uh... pokoknya bersyukur banget deh kalau sehat. Karena sehat memang segala-galanya, percaya deh :)

Kenapa sih waktu sakit, kepikirnya yang sedih-sedih?
Ini yang aku pikirkan waktu itu:

Dua tahun lalu, di bulan yang sama (Agustus) kita masih saling ngobrol lewat chat. Tapi sekarang enggak.
Dua tahun lalu, di bulan yang sama (Agustus) kamu masih sehat dan kita saling bercanda lewat chat. Tapi sekarang enggak.
Dua tahun lalu, di bulan yang sama (Agustus) aku nggak benar-benar bisa rindu sama kamu. Tapi sekarang enggak.
Dua tahun lalu, di bulan yang sama (Agustus) aku nggak merasa sesendiri ini. Tapi sekarang enggak.
Banyak yang sudah mulai berubah sekarang dan yang paling nampak adalah aku menjadi lebih merasa ... kehilanganmu.


Banyak orang bilang dan bahkan sahabat dekatku sendiri bilang “kamu bakal sadar kalau kamu sebenarnya cinta, setelah kehilangan sosok itu".

Great! Bener banget ternyata ucapan ini. Tapi, cinta?

Apa selama ini aku mencintai Andra??

Secara langsung, mungkin aku nggak pernah menganggap. Tapi entah kenapa lama-kelama aku kepukul juga. Mungkin iya juga kali ya, kalau aku cinta sama Andra :)

Tapi sekarang, udah nggak ada gunanya banget kalau aku nyadar

Semuanya sudah berlalu, semuanya sudah terlambat
Ngapain juga aku bilang sayang apalagi cinta, toh dia juga udah pergi jauh...

Dibilang nyesel?
Kadang sih...
Tapi aku juga nggak mau terus-terusan nyesel, aku nggak mau kebawa masa lalu sampai segitu-gitunya.
Nyesel kan wajar, yang namanya nyesel juga bakal selalu datang kalau semuanya udah terjadi. Jadi, mencoba berpikir positif aja sekarang :)

Setuju ya kan??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar