Jumat, 16 Maret 2012

Parodi Tragedi

Terkadang kita, khususnya cewek, sering menyalahkan keadaan. Kenapa sih aku harus sedih? Kenapa sih aku galau? Kenapa sih aku nangis? Kenapa sih aku nggak bisa dikit aja lupain dia? Kenapa sih ... dan segala kenapa sih yang lainnya.  Cup... cup... cup ... :(




Calm down, gals!
Nangis, sedih, galau, dan segala ratapan-ratapan itu nggak seburuk apa yang kita pikir lho selama nggak berlebihan. Nangis? Boleh saja lho. Namanya juga manusia, pasti ada lah yang namanya siklus bahagia dan sedih. Namanya juga siklus atau perputaran memang nggak bisa hilang. Pasti ada kalanya mereka datang silih berganti. Dua karakter rasa itu sudah seharusnya dihadapi dengan baik dan bukan dihindari. Keberhasilan diri memanajemen hati dari dua karakter rasa itulah yang pada akhirnya nanti menunjukkan pribadi kita yang sebenarnya.

Agak sok tahu memang, tapi entah kenapa aku telah menerapkan dan hasilnya ... luar biasa! Semua masalah dan pikiran kubawa fun saja dengan presepsi hal yang dimulai dengan baik pasti akan berakhir dengan baik pula. Mungkin agak aneh kalau kalian sering stalking blog ini dan mendapati postinganku isinya galau semua. Hahaha! Ya karena disitulah letak 'fun'-ku, aku suka memparodikan kesedihan yang sedang kuhadapi lewat tulisan. Mencoba merekam ingatan dan membacanya ulang lagi... lagi... dan lagi. Setiap aku berhasil dibuat menangis oleh tulisan sendiri, disitu letak puncak kebahagiaannya.

Aneh? Mungkin iya. Mau bagaimana lagi kalau memang begitu kenyataannya? Aku senang kalian membaca tulisanku, semacam menjadi sahabat pendengar yang baik untuk semua gundah gulanaku, terimakasih banyak ya! Tapi sejujurnya, sungguh, aku tak pernah berharap ada air mata yang menetes di pipi kalian hanya untuk membaca ceritaku. Hal itu hanya akan membuatku merasa jahat membuat kalian ikut merasakan kesedihanku. Karena disini aku hanya sekedar bercerita, berbagi, dan berharap kau memiliki cerita yang jauh lebih baik dari ini.

Kembali ke topik awal...
Jadi bukan bermaksud menggurui sih, tapi cobalah nikmati hidup dengan tidak menghindari permasalahan hidup yang bisa membuatmu merasa galau. Galau bukan untuk ditakuti, tapi dihadapi! Ingat, badai pasti berlalu. Sudah pasti akan muncul pelangi disetiap hujan yang turun menderas ke tanah. Cobalah untuk selalu bersyukur dengan mengubah pikiran-pikiran negatifmu menjadi pikiran positif yang menyehatkan hatimu. Masa setiap saat hati harus tersakiti? Hati juga butuh ruang untuk bahagia lho ;)

Percayalah Allah tak akan kemana-mana. Seberat apapun masalah yang kalian hadapi, hanya Dia-lah yang paling setia memelukmu erat dengan rengkuhan tangan-tangan-Nya. Terakhir, tetaplah tersenyum dan ... bahagia! 
B4-H4-G14 !~ <---- begitulah kira-kira tulisan 4L@y-nya

2 komentar:

  1. kalau lagi galau kita harus berusaha untuk tenang dan bawa enjoy ajahh Jangan terlalu dipikirin yang ada masalah nya jadi makin rudet

    BalasHapus
  2. Ya! Terlalu memikirkan hanya akan membuat kesedihan justru semakin dalam

    BalasHapus