Sabtu, 26 Mei 2012

Kenapa Kau Bisa Membuatku Jatuh Kepadamu?



Aku sedang pura-pura tak peduli tentang apa yang beredar di luar sana,
Apa yang mereka bicarakan tentang kami,
Atau desas-desus tentang hubungan yang entah siapa yang menyebarkannya,
Masa bodoh! Pikirku.

Aku tidak sedang menjalin hubungan dengan siapapun memang
Tapi ada seseorang yang keberadaannya cukup mengusik kesendirianku
Tak akan kusebutkan namanya disini, kupikir kalian tahu

Belum tahu?

Oke, silahkan cari di semua situs jejaring sosial milikku
Kalau beruntung kau akan temukan nama itu
Kalau tetap saja belum, tanya orang disebelahmu
Mungkin dia tahu :)

Semua ini berawal (mungkin) karena rasa saling terbiasa
Terbiasa untuk menjadi biasa hingga akhirnya ...
Aku menyimpulkan satu hal yang tidak biasa
Aneh kali ya?

Mereka mengatakan kebiasaan kami yang tidak biasa ini membuat kami nampak serasi
Aku tak percaya!
Dalam dunia kami, hal ini terjadi sangat biasa
Bahkan untuk pecintanya sekalipun, sangat-sangat biasa
Namun apa jadinya kalau lingkungan yang justru membawa ke arah tak biasa ini?

Aku terbawa suasana, anggap saja
Kepulangan dan serangkaian peristiwa yang terjadi setelahnya
Membuat hubungan kami berdua kemudian tampak nyata
Aku menyangkal mereka semua
Tidak! Kami benar-benar tidak ada apa-apa!
Parahnya mereka tak percaya

Baiklah, untuk berapa puluh kali pikir kemudian aku terdiam
Terpikirkan, terngiang-ngiang, sampai hanyut ke dalam ruang paling dalam
Pikiran itu terus berputar-putar pada tiap ujung malam
Dan ya aku jatuh cinta secara diam-diam

Apa salahnya mencoba membuka kembali hati yang terlanjur gersang?
Merangkai kembali kebahagiaan dengan kumpulan-kumpulan kenangan,
Menyusunnya dalam satu buku album berwarna hitam,
Mengobati sisa luka yang seseorang pernah tinggalkan dalam kelam.

Dia kini telah menjadi bagian dalam tiap helaan nafas panjang
Satu dari bagian mimpi yang selalu datang hampir setiap malam
Aku tak tahu apa yang kupikirkan di hari siang
Hingga dia selalu datang dengan cerita yang sama dalam bunga bayang kelam

Ah aku jadi ingat,
Saat-saat kekalutanku menghadapi pesan singkat yang enggan dia balas cepat
Tenggorokanku tercekat!
Nadiku bak tersayat-sayat!
Asam lambungku naik karena pikiran yang berat!

Hey!
Apakah kau mencoba nekat?
Membuatku mati dalam sesaat

Jangan bentindak bodoh!
Aku belum cukup kuat untuk kau tinggalkan sendirian tanpa nasehat
Aku belum cukup tegar untuk kehilangan seseorang lagi begitu cepat
Lihat! Masa laluku masih melekat begitu kuat
Sudah tertutup rapat, tapi menyisakan sebuah pangkal ikat
Yang mungkin kan kembali lagi jika kau pegat

Ya! Kau tak seharusnya coba lakukan hal itu lagi
Aku sudah mencoba untuk kuat, 
Mengendurkan pikiran yang dulu pernah membuatku tak bersemangat

Aku percaya meski katamu sangat sibuk,
Kau masih mau meluangkan waktumu untuk kita bertemu.
Karena kau harus percaya kalau aku sudah benar-benar merindu sekarang
Jangan diam-diam tertawa, aku tahu kau diam-diam juga menyimpan rindu untukku
Setiap kali di perpustakaan,
Bukankah kau selalu mengecek keberadaanku di meja dimana biasa kita bertemu?
Aku tahu

Ah sudahlah, lebih baik segera tuntaskan kesibukanmu!
Sekiranya tersisa dua puluh hari untukku bisa bertemu di ruang yang sama sebelum wisuda
Aku benci acara wisuda yang diadakan 16 Juni mendatang!
Kenapa harus secepat ini diminta meninggalkan tempat paling nyaman selama 3 tahun terakhir

Aku juga benci kau! Benci sebenci-bencinya dimana aku bisa benci!!!


Kenapa ...?







Kenapa kau bisa membuatku 'jatuh' kepadamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar