Selasa, 15 Mei 2012

Para Kreator Tokoh Aji dan Motivator ke Belanda (sinopsis -bagian akhir)


Jika yang lain bercerita tentang penelusurannya mengenai Belanda secara referensial, maka disini penulis menyajikan cara yang berbeda. Kedua postingan sebelumnya merupakan potongan kisah yang disampaikan di atas surat kertas oleh seorang bernama Aji (mahasiswa pertukaran pelajar ke Belanda) kepada sahabatnya di Indonesia. Kepindahan Aji ke Belanda membuat hubungan persahabatan diantara mereka harus terpisahkan oleh jarak dan waktu. Aji memilih cara kuno pengiriman surat untuk menceritakan potongan-potongan kisahnya dari negeri kincir angin.

Seperti inilah hasil karangan beberapa narasumber yang pernah tinggal di Belanda yang dirangkum dalam dua potong surat persabatan. Meski tokoh Aji dan sedikit cerita pembuka serta penutup hanyalah fiktif belaka, namun kisah-kisah yang tertulis di dalamnya merupakan pengalaman nyata dari beberapa narasumber yang diwawancara. Terimakasih kepada,


      1.  Mas Agus Sukirno
Lelaki tinggi tegap berwibawa yang pernah menempuh S2 di Universitas Erasmus Rotterdam Belanda tahun 2010 lalu ini menjadi orang yang pertama kali kuwawancarai tentang studi ke Belanda. Lelaki yang kini bekerja di Kantor Balai Kota Yogyakarta ini banyak menceritakan tentang kisah-kisah sepeda dalam postingan pertama.



      2. Mbak Cicilia Novi
Wanita cantik dan aktif bercerita ini juga pernah tinggal di Belanda selama satu tahun untuk menempuh S2 di Universitas Erasmus Rotterdam Belanda dengan Mas Agus. Senyuman dan candaan dari wanita yang kerap disapa Mbak Novi ini yang paling tidak bisa dilupakan. Beliau banyak bercerita tentang kehidupan, jalan-jalan, dan kuliner Belanda yang membuatku tak sabar ingin segera kesana.




      3. Mbak Irrin
Ibu muda ini adalah kakak sepupu yang banyak membatu mencarikan info tentang Belanda. Pertemuan dengan kedua narasumber di atas adalah usaha dari beliau yang di tahun yang sama dengan Mas Agus dan Mbak Novi, merampungkan S2-nya di Ritsumeikan University, Jepang. Arigato gozaimashitta Oneesan!



     4. Putri Nur Shabrina
Perempuan cantik yang pernah tinggal di Belanda dari kecil sampai akhir masa SMP-nya ini kukenal pertama kali saat grand opening pameran filateli nasional tahun 2011 lalu. Dia banyak memberikan informasi tentang sistem pendidikan yang diajarkan di Belanda. Dia juga banyak memberikan informasi tentang arsitektur, kedisiplinan tata ruang, dan segala hal menarik lainnya tentang Belanda yang membuatku terbayang-bayang keelokannya sampai terbawa ke alam mimpi.


5. Mereka semua

·    Camille de Keyser (sahabat AFS dari Belgia) yang memberikan data pertama kali Belanda sebagai negara sepeda
·         Felix Ingolf Rohayeem (sahabat AFS dari Jerman) yang memberikan informasi tentang sepeda dan keunikan Belanda
·         Kak Pradnya Duhita (siswa pertukaran pelajar AFS ke Belanda) yang dengan baiknya langsung menceritakan pengalamannya bersekolah disana (padahal baru kenal sekali, hihihi)
·    Mbak Sri (pengajar sejarah baik hati yang mengubur mimpinya ke Universitas Leiden) yang dengan sabar menceritakan Belanda dengan detailnya
·       Panduaji Panditatwa (sahabat pena satu sekolah dan siswa pertukaran pelajar AFS ke Jepang) yang kata-kata dalam suratnya menginspirasi dan banyak membantu ‘mengacaukan’ suasana
·         Kalian semua yang tak bisa disebutkan satu persatu! Terimakasih atas semangat dan dukungannya  untuk mengikuti kompetisi blog yang diadakan Neso Indonesia dan Kompas ini. Semoga impian ini dapat terwujud dan aku bisa membayar cerita-cerita yang kalian berikan secara langsung. Terima kasih banyak ya!




Best regards,
Medha Zeli Elsita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar