Rabu, 10 April 2013

Curahan Hati untuk Seseorang #EdisiHujan




Minggu, 7 April 2013


Seharian hujan mengguyur Kota Jogja baik dalam deras maupun gerimisnya

Malamnya, aku baru kembali pulang
Siang tadi bersama kedua sahabat masa putih abu-abu, Iin dan Tata, kami pergi ke event ICEF Teladan
Sebuah pameran edukasi internasional yang diselenggarakan oleh almamater yang belum lama kami tinggalkan
Rindu dan riang coba kembali ingatkan kenangan
Masa-masa indah yang pernah kami bertiga lewatkan

Aku tetap bersikukuh berangkat meski sempat kecelakaan dan kehujanan

"Nggak apa-apa, cuma lecet." kataku kepada siapa pun yang pedulikan keadaan

Luka di kaki tak seberapa, tapi ada kram di bawah perut mungkin kena motor bagian 'stang'

Sudah lupakan!
Yang penting aku baik-baik saja, ya kan?

Nyatanya aku masih bisa berjalan mengelilingi seluruh area pameran
:)

Ternyata ada yang sedang 'bersenang-senang' selain kami dalam event tadi siang
Kudapatkan kabar ini dari seorang teman yang tanpa sengaja melihat "sebuah" update-an yang kemudian dicocokkan dengan twit yang kutujukan kepada @ICEFteladan
Aku hanya bisa tersenyum lucu meski belum sempat membuktikan karena langsung dihapuskan

"Hahaha, apa sih? Kenapa langsung dihapus? Aku kan penasaran."

:)

Hidup ini lucu, seperti kamu

Kalau memang kau mencintainya, silakan

Aku tahu, aku sadar, kami hanya sahabat yang tak lebih dari aktivitas surat-suratan

Buat apa kau harus cemburu padaku karena posisinya kau sendirilah yang menang?

Jika aku telah mulai berkata-kata, bukan berarti aku benar-benar sedang merindukan seseorang yang sama dengan kau,

bukan!

:)

Hidupku lebih dari yang bisa kau bayangkan

Masa laluku kelam, sayang

Dan aku hanyalah seorang yang senang menikmati segala keadaan
Biasanya kutulis karena aku seorang penulis

Aku tak sepertimu, kau tak sepertiku

Tapi aku bisa menjadi sahabat baik untukmu

Sungguh!


Aku bukan seorang yang dengan mudah kibarkan kata perang.

Kau adikku, aku kakakmu

Ya setidaknya dalam almamater angkatan
Tak ada niatan bagiku untuk melukai hatimu.
Maaf bila ternyata mencintainya jadikan luka di hatimu.
Karena yang kutahu, aku mencintainya terlebih dahulu daripada kamu.
:')

Sekarang terserah padamu karena aku telah memilih mundur tuk lupakan
Aku tahu kau mencintainya sama sepertiku yang pernah mencintainya
Aku tak ingin ada permusuhan di antara kita gara-gara satu orang

Bagaimana kalau kita berdamai saja kembalikan keadaan?
Bukankah kebahagiaan nantinya tampak jauh lebih menyenangkan?

:) :) :)



Hujan; kembali pada perapian, kembali pada hangatmu yang telah lama hilang

Kau tahu seberapa deras hujan yg mengguyur semalam, tapi kau tak akan pernah tahu ada hujan dalam hatiku sekarang*

Aku berlari ke tepian, mencari rinduku yang t'lah luruh bersama hujan. Apa kabarmu di seberang wahai pujaan?

Hujan tak pernah semanis gerimis. Teteskan bulir benangnya tipis-tipis... romantis

Dalam deras atau gerimisnya; pernah ada kita pada suatu cerita. Mengapa hujan begitu menyetia pada romansa cinta?

Entah sebagai awal/akhir, cerita tentang hujan tak pernah habis dieja. Sama sepertimu yg slalu ada di dalam doa

via @elmedd

:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar