Kamis, 06 Juni 2013

Mungkin "Kita" Bukan Apa yang Allah Takdirkan (Sebuah Memoar Kekecewaan)



Tuhan kuatkanlah hatiku...

Hari ini aku membaca percakapan di antara kalian, kau dan dia
Kepercayaanku runtuh seketika saat kubaca kalian ada dalam satu percakapan yang sama
Jujur aku merasa aneh, kau tak lagi membalas pesan-pesanku, tapi kau membalas semua pesannya
Jadi, apa artinya?

Kau tak lagi peduli soal burung-burung kertas
Secepat inikah kisah kita berakhir?
Sesingkat inikah akhir dari penantian yang pernah kau janjikan?
Kamu tega ya membiarkan semua perjuanganku benar-benar nggak ada artinya lagi sekarang
Aku sudah beranikan diri tuk semuanya
Katanya, kalau 'iya' bilang iya
Aku udah bilang!

Mungkin aku memang bukan yang kamu mau
Aku nggak pernah ada artinya buat kamu
Benar-benar nggak pernah ada artinya buat kamu
Kau anggap aku apa semua yang pernah terjadi antara kita selama ini?

Aku memang bukan siapa-siapa, tapi aku juga punya cinta
Aku punya cinta yang telah dan sudah aku perjuangkan perempatnya
Kamu nggak pernah sadar ya?
Aku punya cinta yang besar yang telah kubawa padamu, tunjukkan padamu
Aku punya cinta yang harus kubuka pada orang yang tepat
Aku punya harap untuk wujudkan itu semua sama kamu!
Tapi kamu nggak pernah mau jawab
Apa maksudnya??

Bilang kalau memang aku tak seberapa
Bilang kalau memang aku ada kekurangan
Harusnya kau bilang!
Toh kalau kamu bilang, aku bakal mundur perlahan

Tapi aku sadar kamu luar biasa hebat
Selama ini cuma kamu satu-satunya orang yang pernah melambungkan perasaanku begitu tinggi ke awan kemudian membantingnya keras-keras ke dasar jurang
Cuma kamu!

Ah, tapi sudahlah...
Rangkai kisah ini biar jadi akhir kenangan
Bagiku, bagimu, bagi kita
Aku memaafkan, tapi tak melupakan
Mungkin sejak awal kita memang tidak ditakdirkan bersama
Kini Tuhan t'lah tunjukkan :')

Selamat tinggal kenangan, selamat tinggal angan, bahkan kini kau tak lebih dari sekedar harapan

Tertanda:
Desember 2012

***

Memoar kekecewaan 'hampir terbuang' ini kutemukan terselip dalam album kenangan warna hitam
Sengaja dipublikasikan sekarang ketika Jurnal 30 Hari tak lagi menyimpan kenang
Selamat tinggal, Sayang, mungkin kita bukan apa yang Allah takdirkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar