Kamis, 17 Oktober 2013

Terima Kasih... Terima Kasih... Sekali lagi Terima Kasih




Bagaimana caraku berterima kasih padamu atas apa yang terjadi selama ini?
Kita tak harus kembali seperti dulu, bukan?
Karena kupikir, masih ada paruh hati yang kecewa
Disini, di dalam hati

Tapi, tetap saja ini sebuah keharusan
Rasa-rasanya 'terima kasih' ini harus tetap kusampaikan
Meski harusnya, ya, sudah tak lagi melibatkan perasaan

Tentang kamu.
Bahagialah aku yang pernah mengenalmu di masa lalu
Terima kasih atas segala kenangan yang pernah 'kita' ciptakan
Kau berharga, akan selalu berharga
Berharganya kamu adalah milik keluargamu, dia, dan mereka semua
Terlalu egois jika dulu hanya aku yang menginginkanmu seutuhnya
Bukankah begitu?

Ah, kamu, terima kasih
Sungguh... terima kasih karena kau telah menjadi sahabat terbaik pada masa itu
Kau pernah ciptakan bahagia diantara kita
Tapi tenang saja, aku akan tetap bahagia
Bahagiaku selanjutnya adalah... bahagia tanpamu, begitu seterusnya

Semoga aku tanpamu bukanlah butiran debu
Karena tanpamu aku ingin seperti indahnya kristal permata
Yang justru makin berkilau ketika makin ditempa
Tempaan itu adalah ujian,
Ujian tanpamu

Ya
Baik-baiklah dengan hidupmu sekarang
Aku pun akan begitu
Tanpamu, tanpaku, semua akan berjalan seperti dulu
Ketika kita belum bertemu tentunya

Kau tak lagi ada di paruh hatiku seperti sedia kala,
Tapi kau akan selalu terucap dalam setiap doa
Saling mendoakan
Semoga pun kau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar