Selasa, 19 November 2013

Jikalau Saja

Dalam kata-kata terselip doa
Kini kau tahu siapa yang paling setia;
Aku atau dia

Tanpa terasa satu tahun berlalu sejak Jurnal 30 Hari itu ada
Tepat di hari yang sama, tahun lalu, hari ini menjadi hari ke-lima
Dan kini semua terasa sangat berbeda
Ketika kau tak lagi dekat dengannya

Cepat sekali perasaannya berlalu, tanpa peduli perasaanmu
Mungkin apa yang kudengar antara kalian dahulu adalah benar
Tentang perasaan saling yang tak mungkin
Tentang harapan yang tak mungkin
Tentang iman dan keyakinan yang berseberangan

Aku hanya merasa aneh tatkala kau dengan mudah ditinggalkan
Olehnya yang memilih 'jadi' dengan laki-laki lain
Dan kini aku merasa bodoh
Mengingat dulu aku lebih memilih mengalah pada 'orang yang salah'

Hidup ini lucu
Jikalau saja memang akhirnya begini, kenapa aku dulu begitu?

Jikalau saja
Lagi-lagi tentang jika dan hanya jika
Sisa sesal masa lalu yang tak mungkin terulang lagi
Tapi sesalku hanya sebentar saja, tak lama
Selanjutnya kusyukuri semua ini

Proses adalah langkah tersulit menuju bahagia
Setahun ini kutemukan cerita, cinta, dan orang-orang baru dalam hidupku
Dan kini aku bahagia meski itu tanpamu

"Jika memang "kita" adalah apa yang Tuhan takdirkan untuk bahagia, sepertinya sekarang perlu menjauh untuk buktikan apakah akan dipertemukan lagi suatu saat nanti. Sembari menunggu, nikmati masa muda & raih kesuksesan masing-masing. Satu hal, sertakan namaku dalam doamu. Semoga kita mendapatkan yang terbaik untuk dampingi bahtera bahagia kita selama-lamanya." - Medha Zeli Elsita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar