Selasa, 18 Februari 2014

Terimakasih Burung-Burung Kertas


Hai, Verliefders!

Belum lama aku kembali dari Tokyo
Lebih dari satu minggu kuhabiskan waktu untuk suatu proyek bernama D'Catch disana
Ada hal menarik lebih dari yang menarik yang hendak kuceritakan padamu disini
Kisah tentang Burung-Burung Kertas!

Mungkin sebagian darimu sudah terlanjur bosan mendengar cerita satu ini
Kisah yang sama, berulang-ulang, dan begitu-begitu saja
Semoga tidak ya, semoga hanya firasat burukku saja :)
Baiklah, sebelum memulainya boleh kan jika kusenandungkan lagunya?

Terbang tinggi dari angkasa
Tanpa paruh dan kepaknya bersuara
Sampaikan salam
Lebih dari yang bisa diucapkan

Burung-burung kertasku cepatlah datang
Tak sabar aku menunggu pesan kerinduan dari seberang
Burung-burung kertasku kaulah harapan
Tetaplah terbang bawa
Kenangan sampai ke ujung penantian

Namun kini kau telah menghilang
Meruntuhkan separuh harapan
Pantaskah ku cari dan kucapai
Tuk membawamu pulang kembali

Pembaca setia Verloren Liefde pasti ingat betul
Bagaimana dulu burung-burung kertas pernah menjadi kisah penuh pertanyaan
Tentang penantian harapan, penantian kabar dari seberang,
Penantian kepastian :)

Tak main-main soal penantian yang mereka bilang tampak main-main
Kisah persahabatan di atas lembaran kertas yang berawal dari kesenangan
Berawal dari karya nyata, berakhir dengan air mata
Oh! *please... ini sih lebay hahaha

Ternyata yang terjadi sampai sekarang adalah kisah itu (belum) berakhir
Belum benar-benar berakhir
Aku hanya mengakhirinya secara sepihak
Sekedar untuk menenangkan diri

Tuhan berkata lain dengan memberiku sebuah kesempatan 
Untuk bisa menjamah Negeri Sakura yang tak pernah kubayangkan

Negeri Sakura
Kepulauan nan jauh di seberang
Tanah yang pernah menawarkan kerinduan dari perantauan
Ah, Burung-Burung Kertas!
Lagi-lagi ini yang muncul dari kepalaku berkali-kali

Tak ada yang bisa kubayangkan selain kenangan
Muncul satu persatu dan terangkai jadi satu kesatuan
Ingatan yang dulu pernah terkubur dalam-dalam
Perlahan muncul lagi ke permukaan




Dan pada kesempatan kali ini kubawa 'satu'
Kubawa dia pulang sebagai perlambang
"Lihat aku, jika menjangkaumu saja aku tak mampu, akan kulakukan apapun itu!"

Telah kujejakkan kakiku di tanah yang pernah kau jejak ini
Kubawa serta burung kertas yang patah sayapnya dan tak mampu terbang lagi
Pulanglah ke tanahmu, kembalilah
Ku tahu persis kini kau mulai lelah

Terimakasih untuk segala jerih payahmu selama ini
Terimakasih kau telah hubungkan jarak kerinduan yang tak terjamah pinggan
Terimakasih kau pernah menjadi yang paling berarti diantara kami
Terimakasih ... sekali lagi kuucapkan terimakasih




Jika suatu hari kau harus kembali,
Kembalilah kita tuk jalin persahabatan :)