Sabtu, 26 April 2014

Aku adalah Aku




"Kita pernah saling mencari, kini tiba saatnya kita dipertemukan.
Kita pernah saling mengingkari, kini tiba saatnya untuk saling memahami."


Kita, bukan raga terjebak oleh rasa 'mengapa', tapi belajar menerima satu dengan yang lainnya

Pernahkah kamu berpikir sebelumnya bahwa aku yang selalu ada dalam keseharianmu,
Seseorang pernah merasa angkuh terhadap sikap-sikapmu, 
Kini satu irama jalan dengan langkah kakimu?

Mungkin bagimu tidak; pun aku.
Sekarang, bagaimana jika kita coba saja
Berjalan di jalan yang sama pahami rasa yang kini telah mulai terbiasa?

Mengapa tidak?
Tapi semua tetap kembali pada diri masing-masing
Kita tidak tahu siapa dan bagaimana ujung jalan yang ada di depan nanti
Selama itu terserah padaku/ padamu

Jika kau temukan seorang lain yang (menurutmu) tepat, katakan saja
Aku tidak akan marah.
Pun aku akan katakan jika aku temukan dan itu ternyata bukan kamu
Toh kita sudah sepakat

Aku tidak meragukanmu, kau juga tidak meragukanku
Kita mencoba realistis, tidak memaksakan apa yang seharusnya tidak dipaksakan

Perasaan tetap perasaan
Kita tak mungkin bohongi perasaan masing-masing untuk tentukan siapa orang yang tepat
Daripada kita harus menjadi orang lain dan merasa harus menjadi orang lain??
Yakali, rempong lah ya cin~ hahaha
Bukankah lebih baik jika kita terbuka saja untuk masalah hati dan segala hal tentang ini

Aku seseorang yang ada untukmu.
Teman terbaikmu, sahabat terdekatmu, dan (mungkin) kekasih hatimu
Tentu saja aku tak ingin melihatmu mendapatkan orang yang tak tepat
Termasuk jika itu diriku sendiri

Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan hakiki
Bahagiaku adalah bahagiamu
Aku akan bahagia bersamamu jika kau temukan 'dia' yang tepat
Kau akan bahagia bersamaku jika kutemukan 'dia' yang tepat
Aku mendoakanmu,
Kamu mendoakanku

Kita akan temukan jawabannya suatu saat nanti
Bukankah begitu, sayang?

Sejauh ini,
Kita adalah rasa yang mengendap diam-diam dalam segala bentuk rindu dan cemburu
Kita adalah bahagia yang menjelma dalam setiap pertemuan semu

---

Aku adalah aku
Seseorang yang (semoga) selalu ada di dalam doamu
Seseorang yang memutuskan untuk jatuh kepadamu


"Seseorang yang mencintaimu"

Semoga pun kau :)

Selasa, 22 April 2014

Seseorang itu, Kamu


Sabana 2 Merbabu
'

"Kenapa harus jauh-jauh mencari, kalau ternyata dalam dirimu saja telah aku temukan?"


Mungkin 'proses mencari' merupakan satu kesalahan terbesar hingga aku temukan
Kamu bahkan ada tak lebih jauh dari lokasi make a wish di hari ulang tahunku
Beberapa waktu lalu di lantai tiga sebuah laboratori rekam suara akademisi swasta
Kamu ada disitu, duduk bersebelahan denganku
Kita sama-sama menunggu; aku ketidakpastian, kamu rencana kejutan untukku 
Sampai akhirnya penantian yang sama itu tiba
Haru, tawa, bahagia... dan lagu selamat ulang tahun menyapa
Tak terbayangkan rasanya!

Ulangtahun ke-20

Api kecil melambai lucu pada tiap batang lilin atas permukaan tar
Memintaku untuk meniup, memadamkannya, dan memulai usia kepala dua
Aku ingat tradisi lama, berdoa untuk memohon kebaikan satu tahun ke depan sebelumnya
Kupejamkan mata, kurapalkan doa

"Terima kasih, Tuhan, Kau telah berikan rasa bahagia, kesehatan yang luar biasa, dan sahabat-sahabat setia seperti mereka. 
Terima kasih... selama ini Kau selalu memberikan yang terbaik untuk hamba. 
Menginjak usia ke-20 tahun ini ijinkan hamba menjadi pribadi yang baik dan lebih baik lagi. 
Ijinkan hamba mengukir prestasi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak. 
Ijinkan hamba membahagiakan keluarga ayah, keluarga bunda, umi-akung, kakak, keluarga, dan sahabat yang selalu ada menyerta. 
Terakhir, ijinkan hamba menemukan seseorang yang tepat dan mendukung keberhasilan ini. 
Tunjukkanlah siapa dia, seseorang yang kan mendukung impian dan cita-cita. 
Seseorang yang selalu ada dan tak berniatan menyakiti hati siapapun. Amien."

Fuuuh~ Fuuuh~ Fuuuhh~

Api lilin padam dilanjutkan riuh tepuk dan separuh kelegaan dalam hati yang tak tergambarkan
Usia dua puluh dimulai!

Sejauh waktu berjalan tak terlintas dalam pikiran siapa yang akan datang
Tuhan sengaja tak tampakkan sosok lelaki itu terang-terangan
Tahu-tahu saja ternyata dia adalah seseorang yang selalu ada selama ini
Seseorang yang dengan sabar menanyakan kabar dan keadaan
Seseorang yang entah kapan berlaku serius berlaku canda
Seseorang yang bahkan tak lebih jauh dari jangkauan kaki organisasi
Seseorang itu, kamu.


Lembah Cinta, katanya:)

Terimakasih telah berlaku seperti apa sebenar-benarnya kamu
Terimakasih telah memendam, mendoakan, dan mencintaiku dalam diam
Meski tak berhasil membawa namaku sampai puncak tertinggi Merbabu
Aku sudah cukup mengkhawatirkan keadaanmu, jangan nekat lagi ya, Nak!
Kita akan coba mulai jalani cerita ini
Kayaknya sih bakal lucu

Sanghai, China


Bodoh ya aku?
Kenapa dulu harus jauh-jauh mencari, kalau ternyata dalam dirimu saja telah aku temukan?



*NB: makasih ya foto-fotonya :3

Senin, 14 April 2014

Here You Now




Aku punya kebiasaan baru, ngeliat ada nggaknya bintang di langit malam
Agak sok melankolis sih sebenanya, tapi nggak ada salahnya juga sok melankolis
Tergantung... ngeliat bintangnya sama siapa

Dibilang beda, mungkin iya
Bahkan sekarang aku nggak bisa idealis lagi seperti dulu
Nggak sekaku masa-masa waktu itu *sebenarnya justru baik

Ya,
Mungkin aku sudah kembali
Atau bisa dibilang sudah mendapatkan jati diri

Inilah aku yang sebenar-benarnya aku
Seseorang yang pernah terjebak masa lalu
Seseorang yang mencoba keluar dari ritme kedisiplinan

Entah...
Dimana aku sekarang, sepertinya berada di jalan tak menyenangkan
Hidup segan mati tak mau #apalah

Dan... menemukan seseorang sepertimu yang... emm... aku juga nggak begitu paham
Telah cukup membuat hidupku bolak-balik tak karuan
Dia baik, kamu baik
Aku hanya ingin meninggalkanmu, segera
Secepatnya!
Tapi kupikir itu nggak mungkin, nggak mungkin bisa

Aku tak mau kejadian yang sama berulang
Semua masalah waktu itu sudah cukup membuat hidupku berantakan
Kemudian tak lama kamu datang
Duh, aku nggak mau 'jatuh' lagi
Apalagi jika kau anggap aku cuma mainan

Mana yang serius, mana yang cuma candaan?
Selama ini kau hanya menganggapku sebagai teman; pun aku demikian
Kubiarkan kau melirik kanan-kiri, menanyakan sana-sini
Tapi benar saja hatiku terkadang melawan
Menyangkal keberadaan siapa seharusnya kamu dalam pertemanan

Biar saja kau tahu
Kita memang bukan siapa-siapa, bukan apa-apa
Aku hanya mempertanyakan pikiranku sendiri yang mulai berantakan
Arrrrgh~

Sudahlah, aku menganggapmu hampir serius
Seperti pertanyaan-pertanyaan selama ini kuutarakan
Gara-gara kamu nih, aku jadi bingung kan!


"If you're special for me, you will find yours in my blog." 



Here you now!