Jumat, 13 Juni 2014

Luka yang Tak Akan Pernah Kering



"Setiap orang pasti pernah terjatuh, lalu terluka
Setelah berapa lama bekasnya akan mengering, sisakan cerita
Tapi ada satu luka yang tak akan pernah kering
Luka bahagia"

Pernah suatu hari aku duduk beratapkan langit biru sambil bertanya-tanya, "Dimana Andra?"
Padahal dahulu kenyataannya aku adalah 'siapa' tanpa dia, tidak berarti apa-apa
Apakah hidupku kini bagai seorang yang angkuh, tak mau lagi tahu sosok Andra?
Dimanakah dia? Empat tahun kepergiannya aku seperti telah lupa

Beberapa waktu lalu aku mengunjungi tempat peristirahatan terakhirnya di Surabaya
Aku datang tanpa karangan bunga, aku tahu Andra tak suka bunga
Aku hanya membawa sebuah buku catatan kecil dan pena
Kubacakan cerita sambil sesekali menatap nisan bertuliskan nama, tanggal lahir, dan tanggal kepergiannya

Aku banyak bercerita tentang dia,
Seseorang itu berhasil mengalihkan kesedihanku selama hampir dua bulan keberadaannya
Seseorang yang berhasil mengalihkan perhatian Andra
Tanpa tangis lagi, tanpa air mata

Inilah luka, luka bahagia
Bertahun-tahun tak pernah berhasil kualihkan bayangan Andra
Kini, bersamanya, hari-hariku tampak lebih berwarna

Ketidakadilan seperti yang diungkapkan Mas Hendra benar adanya
Tidak seperti dia; kamu yang dekat begitu lama, justru kubiarkan begitu saja
Tanpa takut kehilanganmu, kuabaikan rasa demi sosok cinta pertama
Padahal kamu, dengan sabar dan setia menungguku hingga tiba saatnya
Tapi, kesempatan itu tak pernah tiba
Hingga akhirnya Tuhan memilih mengambilmu terlebih dahulu, untuk kembali kepada-Nya

"Tak ada kesempatan kedua, hanya ada sesal dari dalam hati dan air mata."


Butuh waktu yang sangat lama untuk meyakinkanku kau telah tiada
Kepergian yang begitu cepat, tak pernah kukira
Nozandra Avandira,
Seseorang yang menjadikanku cinta pertamanya
Seseorang yang dengan setia menjadi tempatku bercerita
Sosok yang selalu ada, sosok yang mencintaiku apa adanya
Meninggalkan dunia, membawa luka cinta yang akan selalu menganga
Ketulusan cinta yang tak pernah mau kusadari keberadaannya

"Luka yang tak akan pernah kering itu, luka (milik) Andra."


Pagi itu kujelaskan padanya,
Aku tak ingin mengulang lagi kesalahan yang sama
Aku tak ingin kehilangan sosok itu, seperti kehilanganmu
Kuhargai sisa waktuku untuk membayar ganti rugi terhadapmu

Aku tak ingin menyia-siakan seseorang yang mencintai dan kucintai
Aku ingin bahagia, meski rasa bersalahku padamu masih tetap ada
Tenang, Ndra, akan kubayar lunas semua rasa yang pernah ada padamu
Kuyakinkan padamu, dengan bersamanya, aku akan baik-baik saja

Aku tak akan menyakitimu lagi, mengganggumu lagi
Tidurlah, Andra, tidurlah dalam damai surga-Nya
Luka yang tak akan pernah kering itu biar kami sembuhkan berdua

Well!
Mungkin ini menjadi kali terakhirku menengok tempat peristirahatanmu
Aku tak akan kembali lagi, aku ingin meneruskan hidup tanpa bayang-bayangmu lagi
Mengertilah, tidak enak rasanya hidup dengan penuh rasa bersalah 
Meski aku tak lagi kembali, kita akan tetap tersambung di dalam doa
Aku tak akan pernah lupa mendoakanmu sampai akhir waktuku,
Percayalah!

1 komentar: