Jumat, 25 Desember 2015

Akhir Kisah Verloren Liefde


Pesan ini sengaja dibuat untuk dua hari
Akhir dari kisah VERLOREN LIEFDE
Dengan maksud dan makna yang serupa, mencintai kehilangan...

24 Desember 2015

Semuanya baik-baik sekarang.
Kabar itu, kenyataan itu, dan undangan merah marun yang kau berikan.

Tak bisa kujelaskan bagaimana sampai datang hari itu
Kurasa tulisan-tulisan di blog ini sudah cukup menjelaskan
Aku tidak terkejut, karena ini pilihanku.

Sejak hari itu kuputuskan
Apa pun yang terjadi padamu ku ikhlaskan
Termasuk jika suatu hari datang kepadaku hari itu
Pernikahanmu... dengan seseorang yang pantas untukmu.

Aku tidak salah, pun kau
Termasuk keputusan yang telah kita bulatkan

Kita sama-sama sedang saling mencari waktu itu
Dan jalan kita ternyata tak sejalan.

Besok menjadi hari yang harus kuhadapi
Melihatmu bersanding di atas panggung pelaminan
Semua telah kurelakan
Termasuk perasaan yang tak pernah tersampaikan

25 Desember 2015

Hari ini aku datang sendirian
Tanpa pendamping, pun seorang kawan
Aku sengaja datang terlambat
Dan duduk di barisan belakang diantara tamu undangan

Berbalut nada wana baju yang sama kuhadiri acaramu
Kemeja putih berkalung safir hitam
Rok hitam corak Lombok yang kukenakan
Seakan gambarkan perasaan

Memasuki gedung dan melihat lurus ke arah selatan
Hatiku berdesir, menghangat
Apa yang kuhadapi di hadapan adalah kenyataan
Melihat kau duduk bersanding di pelaminan
Bersama dia, seseorang yang bahkan tak pernah kubayangkan.

Sekali lagi
Kuikhlaskan, kurelakan

Aku cukup sadar dengan keadaanku saat ini
Kita jelas, sudah tak pantas lagi diperjuangkan
Janur kuning yang melengkung di halaman
Seolah telah menjadi garis tetap jodoh yang Dia tetapkan

Terimakasih untuk segala pengalaman dan kejujuran
Sekarang aku paham apa arti taaruf yang sebenar-benarnya
Dan aku menyatakan ketidaksanggupanku yang itu kan lukai perasaan

Kita telah memilih jalan masing-masing
Kau bersamanya, pun aku bersamanya

Terimakasih telah menjadi penyemangat masa-masa itu
Masa-masa kekalutan percobaan masuk ke SMA Teladan
Hingga kau datang melihat pentas biolaku di atas panggung

Terimakasih telah membuatku memutuskan masuk ke sekolah itu
Meski keinginanku bukanlah kesana, tapi aku bersyukur

Terimakasih selalu mengingatkanku memakai rok
Yang membuatku tampak lebih anggun sampai sekarang

Terimakasih untuk segala teladan yang kau berikan
Sejak mimpi itu datang hingga sekarang
Mimpi anak kelas IV SD hingga kau bergelut dengan Andra

Ah ya, Andra!
Lama aku tak lagi membicarakan sosok itu
Kuharap dia tenang di surga-Nya sekarang
Atau mungkin dia lagi ketawa cekikikan melihat hari ini
Atau dia menyesal telah memberikan kesempatan kepadamu
Dan meninggalkanku sekarang

Hehehe... sudahlah
Semua telah baik-baik sekarang
Selamat ya untuk walimahanmu
Semoga kau bersama isteri bahagia selalu.

Aku ikhlas kok,
Kalau aku tidak aku tak mungkin datang ke hari bahagiamu :)

Doakan aku, untuk kesuksesanku, dan masa depanku.




Teruntukmu yang selalu kusebutkan namanya dengan xxxx
Inilah akhir kisah Verloren Liefde yang selalu ingin kusampaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar