Sabtu, 18 Juni 2016

Jarak Dua Kota




Tidak sulit membuatku membuka ingatan tentangmu
Tentang kita saat masih ada di kota yang sama

Dulu tak jarang kita pergi berdua
Berkemah, bersepeda, atau sekadar bersama
Menikmati hari dan bercengkrama
Semua terasa sangat bahagia

Meski bersama, tak berarti tak pernah ada selisih
Kadang ada juga perbedaan diantara kita
Prinsip dan ego membuat kita lupa
Bahwa kita sedang memperjuangkan mimpi yang sama

Kuharap kau bersabar jika ku mulai naik darah
Aku tidak akan pernah bisa berlama-lama marah
Kau tahu aku sangat mencintaimu
Dan perasaan itu tidak akan pernah hilang
Sekalipun pada saat aku marah

Tapi aku akan sangat sedih
Tatkala kau mulai diam saja
Di titik itu lah aku merasa akan sangat kehilanganmu
Dan aku akan sangat menyesal, sungguh

Cerita kita tak pernah lepas dari bahtera
Tentang siapa yang datang kepadaku, pun kepadamu
Menggoyahkan kesetiaan hati masing-masing

Kini...
Kita terpisah oleh jarak dan cita-cita
Tentang Jogja dan Jakarta
Tentang kehidupan, impian, dan keharusan

Namun, impian kita satu
Suatu saat kita akan bersama

Jangan pernah beranjak untuk bermaksud pergi meninggalkan
Karena kutitipkan kesetiaan ini pada ketetapan hatimu
Aku akan bersabar dengan segala mimpiku

Hingga suatu saat kita akan kembali bersama