Jumat, 05 Mei 2017

Keputusasaan

Ilustrasi by medhazeli


Andra... apa kabar?
Sudah hampir tujuh tahun kepergianmu
Sejauh ini, aku sudah hampir melupakanmu

Aku berhasil meninggalkanmu
Melupakan ingatan tentangmu
Dan nyaris menghapus sosokmu

Tapi hari ini, tiap kali hatiku nyeri aku selalu ingat kamu
Ndra, ternyata menjalani hubungan itu tidak mudah
Kupikir aku telah menemukan seseorang yang tepat
Yang mampu membuatku tetap sama menjadi Medha seperti sebelumnya

Tapi aku tidak tahu, Ndra. Mengapa ini terasa sangat sulit.

Ndra, hubungan ini sudah tiga tahun lamanya
Tapi aku selalu yang terus berusaha menyamai langkahnya
Dia bukan orang yang mudah memahami tentangku
Bahkan, aku harus benar-benar mengubah aku untuk bersamanya

Memaksakan kebiasaanku seperti sebelumnya tidak baik baginya
Menurutnya aku berlebihan dalam menghayati sesuatu
Mungkin karena dia tidak pernah tahu bagaimana dulu
Saat aku harus mengalami masa-masa sulit saat bersamamu

Ndra, usahaku ini tidak mudah
Kita sudah komit di awal untuk selalu mau bercerita
Tentang apa pun, termasuk tentang hal-hal yang menjadi keputusan bersama
Tentang keterbukaan, kejujuran, dan komunikasi
Kau tahu saat bersamamu pun LDR itu tidaklah mudah

Tapi hari ini nyeri
Aku pernah memaafkan kesalahan terbesarnya
Berharap hal yang sama tak lagi terulang di kemudian hari

Tapi, Ndra, kenapa aku harus dibohongi?
Apa kau tahu apa salahku?
Aku sedih, Ndra

Aku selalu jujur tentang apa pun
Tapi kenapa dia bersikap hal yang sebaliknya?

Andra... kamu tidak perlu marah padanya
Kamu hanya perlu marah kepadaku
Aku tidak pernah tepat untuk laki-laki mana pun.

Termasuk untuknya,

Karena terlalu banyak tuntutan yang ditujukan kepadaku.

Sabtu, 18 Juni 2016

Jarak Dua Kota




Tidak sulit membuatku membuka ingatan tentangmu
Tentang kita saat masih ada di kota yang sama

Dulu tak jarang kita pergi berdua
Berkemah, bersepeda, atau sekadar bersama
Menikmati hari dan bercengkrama
Semua terasa sangat bahagia

Meski bersama, tak berarti tak pernah ada selisih
Kadang ada juga perbedaan diantara kita
Prinsip dan ego membuat kita lupa
Bahwa kita sedang memperjuangkan mimpi yang sama

Kuharap kau bersabar jika ku mulai naik darah
Aku tidak akan pernah bisa berlama-lama marah
Kau tahu aku sangat mencintaimu
Dan perasaan itu tidak akan pernah hilang
Sekalipun pada saat aku marah

Tapi aku akan sangat sedih
Tatkala kau mulai diam saja
Di titik itu lah aku merasa akan sangat kehilanganmu
Dan aku akan sangat menyesal, sungguh

Cerita kita tak pernah lepas dari bahtera
Tentang siapa yang datang kepadaku, pun kepadamu
Menggoyahkan kesetiaan hati masing-masing

Kini...
Kita terpisah oleh jarak dan cita-cita
Tentang Jogja dan Jakarta
Tentang kehidupan, impian, dan keharusan

Namun, impian kita satu
Suatu saat kita akan bersama

Jangan pernah beranjak untuk bermaksud pergi meninggalkan
Karena kutitipkan kesetiaan ini pada ketetapan hatimu
Aku akan bersabar dengan segala mimpiku

Hingga suatu saat kita akan kembali bersama

Jumat, 25 Desember 2015

Akhir Kisah Verloren Liefde


Pesan ini sengaja dibuat untuk dua hari
Akhir dari kisah VERLOREN LIEFDE
Dengan maksud dan makna yang serupa, mencintai kehilangan...

24 Desember 2015

Semuanya baik-baik sekarang.
Kabar itu, kenyataan itu, dan undangan merah marun yang kau berikan.

Tak bisa kujelaskan bagaimana sampai datang hari itu
Kurasa tulisan-tulisan di blog ini sudah cukup menjelaskan
Aku tidak terkejut, karena ini pilihanku.

Sejak hari itu kuputuskan
Apa pun yang terjadi padamu ku ikhlaskan
Termasuk jika suatu hari datang kepadaku hari itu
Pernikahanmu... dengan seseorang yang pantas untukmu.

Aku tidak salah, pun kau
Termasuk keputusan yang telah kita bulatkan

Kita sama-sama sedang saling mencari waktu itu
Dan jalan kita ternyata tak sejalan.

Besok menjadi hari yang harus kuhadapi
Melihatmu bersanding di atas panggung pelaminan
Semua telah kurelakan
Termasuk perasaan yang tak pernah tersampaikan

25 Desember 2015

Hari ini aku datang sendirian
Tanpa pendamping, pun seorang kawan
Aku sengaja datang terlambat
Dan duduk di barisan belakang diantara tamu undangan

Berbalut nada wana baju yang sama kuhadiri acaramu
Kemeja putih berkalung safir hitam
Rok hitam corak Lombok yang kukenakan
Seakan gambarkan perasaan

Memasuki gedung dan melihat lurus ke arah selatan
Hatiku berdesir, menghangat
Apa yang kuhadapi di hadapan adalah kenyataan
Melihat kau duduk bersanding di pelaminan
Bersama dia, seseorang yang bahkan tak pernah kubayangkan.

Sekali lagi
Kuikhlaskan, kurelakan

Aku cukup sadar dengan keadaanku saat ini
Kita jelas, sudah tak pantas lagi diperjuangkan
Janur kuning yang melengkung di halaman
Seolah telah menjadi garis tetap jodoh yang Dia tetapkan

Terimakasih untuk segala pengalaman dan kejujuran
Sekarang aku paham apa arti taaruf yang sebenar-benarnya
Dan aku menyatakan ketidaksanggupanku yang itu kan lukai perasaan

Kita telah memilih jalan masing-masing
Kau bersamanya, pun aku bersamanya

Terimakasih telah menjadi penyemangat masa-masa itu
Masa-masa kekalutan percobaan masuk ke SMA Teladan
Hingga kau datang melihat pentas biolaku di atas panggung

Terimakasih telah membuatku memutuskan masuk ke sekolah itu
Meski keinginanku bukanlah kesana, tapi aku bersyukur

Terimakasih selalu mengingatkanku memakai rok
Yang membuatku tampak lebih anggun sampai sekarang

Terimakasih untuk segala teladan yang kau berikan
Sejak mimpi itu datang hingga sekarang
Mimpi anak kelas IV SD hingga kau bergelut dengan Andra

Ah ya, Andra!
Lama aku tak lagi membicarakan sosok itu
Kuharap dia tenang di surga-Nya sekarang
Atau mungkin dia lagi ketawa cekikikan melihat hari ini
Atau dia menyesal telah memberikan kesempatan kepadamu
Dan meninggalkanku sekarang

Hehehe... sudahlah
Semua telah baik-baik sekarang
Selamat ya untuk walimahanmu
Semoga kau bersama isteri bahagia selalu.

Aku ikhlas kok,
Kalau aku tidak aku tak mungkin datang ke hari bahagiamu :)

Doakan aku, untuk kesuksesanku, dan masa depanku.




Teruntukmu yang selalu kusebutkan namanya dengan xxxx
Inilah akhir kisah Verloren Liefde yang selalu ingin kusampaikan.

Minggu, 01 November 2015

Day 1


Sabtu, 31 Oktober 2015
Ifumi - Hotplate Seafood Bang Sinyo
Masjid Jenderal Sudirman SMA Colombo
Kemeja merah lengan pendek kotak-kotak
Traditional Milktea : Cha Cha Milktea Gejayan
Stasiun Tugu Jogja - Pasar Senen Jakarta

Pamitan.

Apa yang kutulis adalah apa yang kupikitkan saat ini
Entah untuk berapa lama
Agenda ini tak akan lagi kutemui dalam beberapa waktu ke depan
Sabtu akhir bulan yang tak cukup menyenangkan
Tuk ucapkan kata siap
Percayalah sesungguhnya

Aku ( belum ) siap.

Aku pernah tampak baik-baik saja saat kita membicarakan hal ini
Jauh-jauh hari kita pernah membicarakan tentang ini
"Aku sih nggak masalah, memang kamu mau kerja di Jakarta?"
Tak ada kata lain yang tepat selain

Adaptasi.

Kita sedang sama-sama beradaptasi di tempat baru kita masing-masing
Aku masih menyelesaikan studiku di Jogja dan kau di Jakarta
Penyesuaianmu dengan lingkungan baru, keluarga baru, dan kehidupan baru
Penyesuaianku dengan hari-hariku yang tiba-tiba tanpa kamu

Berantakan.

Kita sadar bahwa kerinduan akan menjadi hal yang paling kita hindari
Aku sengaja baik-baik saja saat kau putuskan kau akan kesana
Aku mencoba memahami besar impianmu yang mulai kau rajut satu persatu
Berat rasanya katakan selamat tinggal untukmu,
Tapi kita pernah berjanji untuk saling mendukung cita-cita satu sama lain
Meski kita tidak akan lagi bisa dengan mudah mengaitkan jemari satu sama lain

Jarak.

Kita hanya terpaut empat puluh menit perjalanan dengan pesawat terbang
Jarak tidak akan menjadi perihal yang besar untuk kita permasalahkan

Kesempatan.

Kita perlu saat yang tepat untuk saling curahkan perhatian
Bagaimana hari kita masing-masing,
Bagaimana kesibukan kita masing-masing,
Bagaimana kita harus saling tetap mendukung,
Meski terkadang ego ingin terus diperhatikan

Perhatian.

Satu persatu aku paham
Ketidakbersamaan kita mengajarkanku pada kemandirian
Kau selalu ingin aku melakukan semuanya sendirian
Tidak bergantung padamu, pun orang lain
Kau ingin aku mandiri

Hadapi situasi semacam ini.

Kita tidak sedang saling bermusuhan
Kita hanya sedang saling berjauhan
Ketika hal yang pernah kita takutkan di permulaan terjadi sekarang
Mari kita hadapi
Aku sedang belajar menjaga kita
Untuk menjadi kita sebenar-benarnya kita

Ditengah pekerjaan, kutulis Hari Pertama ini
Bukan apa-apa hanya mencoba membiasakan

Siapa tahu kelak kita disibukkan pekerjaan
Aku tak sempat bercerita, pun kau, maka
Harian ini akan jelaskan

Dan kelak kau akan sadar
Dibalik sifatku yang terkadang tak karuan
Aku menyimpan cinta yang luar biasa
Untukmu,


Untuk kita.





Rabu, 12 Agustus 2015

I LOVE YOU


It's not my first time fall in love with people
I did it over and all over again
Until I found you then I wish you would be my last and forever

It's not easy to keep what you have than reach what you wanna get
Happiness comes like surprises
And sadness comes like test your happiness

I love you
That is the simple way I could say
But hard to prove it anyway

I am really like you
Since I said "it's been you"
And realized that you like me too

A year flies
I LOVE YOU


Minggu, 22 Februari 2015

KAMU


 [ Kamu ]
" adalah ingatan pertama yang terlintas dalam kepala
tentang siapa yang berhasil memerlihatkan pandangan kepadaku
akan sosok cinta yang sebenarnya, "


Kamu,

adalah laki-laki yang kucari selama ini

Tanpa perlu berpura-pura,

inilah aku apa adanya.

Perempuan dengan segala kurang dan lebihnya,

bawel, ngeyel

kayaknya kok sering banget (ya) bikin kamu jengkel?

Tapi kamu selalu sabar




Segala cerita yang membersamai perjalanan kita berdua,

Biarlah mengukir hari-hari yang penuh dengan suka duka

Sabtu, 02 Agustus 2014

Diantara Hujan dan Teduh



Aku sadar
Tidak semua laki-laki bisa bertahan seperti kamu
Seseorang yang dengan sabar mau mendengar keluh kesah
Tentang masa lalu yang tak akan pernah selesai

Inilah aku; perempuan yang masih hanyut dalam kenang masa lalu
Dan kamu adalah laki-laki paling sabar mendengar cerita-ceritaku
Berulangkali kau katakan tak akan cemburu
Katamu cemburu itu tanda tak mampu
Tapi lama-kelamaan aku pun yakin bahwa mungkin kau tak betah dengar ceritaku

Ini kesalahanku, upaya gagal melupakan masa lalu
Aku tahu melupakan 'mereka' tidak semudah membalik telapak tanganku
Tapi kutawarkan sekali lagi, kuberikan kesempatan untukmu
Apakah kau masih ingin bersama denganku?
Katakan saja, aku tidak akan marah
Sungguh

Diantara hujan dan teduh aku selalu merasa
Bahwa hadirmu jauh lebih baik daripada memilih keduanya
Kau selalu berhasil menciptakan keadaan
Entah dengan cara apa



Sendiri mungkin baik, tapi jika kita bersama akan lebih baik
Kuharap kau tidak marah :)

Jumat, 13 Juni 2014

Luka yang Tak Akan Pernah Kering



"Setiap orang pasti pernah terjatuh, lalu terluka
Setelah berapa lama bekasnya akan mengering, sisakan cerita
Tapi ada satu luka yang tak akan pernah kering
Luka bahagia"

Pernah suatu hari aku duduk beratapkan langit biru sambil bertanya-tanya, "Dimana Andra?"
Padahal dahulu kenyataannya aku adalah 'siapa' tanpa dia, tidak berarti apa-apa
Apakah hidupku kini bagai seorang yang angkuh, tak mau lagi tahu sosok Andra?
Dimanakah dia? Empat tahun kepergiannya aku seperti telah lupa

Beberapa waktu lalu aku mengunjungi tempat peristirahatan terakhirnya di Surabaya
Aku datang tanpa karangan bunga, aku tahu Andra tak suka bunga
Aku hanya membawa sebuah buku catatan kecil dan pena
Kubacakan cerita sambil sesekali menatap nisan bertuliskan nama, tanggal lahir, dan tanggal kepergiannya

Aku banyak bercerita tentang dia,
Seseorang itu berhasil mengalihkan kesedihanku selama hampir dua bulan keberadaannya
Seseorang yang berhasil mengalihkan perhatian Andra
Tanpa tangis lagi, tanpa air mata

Inilah luka, luka bahagia
Bertahun-tahun tak pernah berhasil kualihkan bayangan Andra
Kini, bersamanya, hari-hariku tampak lebih berwarna

Ketidakadilan seperti yang diungkapkan Mas Hendra benar adanya
Tidak seperti dia; kamu yang dekat begitu lama, justru kubiarkan begitu saja
Tanpa takut kehilanganmu, kuabaikan rasa demi sosok cinta pertama
Padahal kamu, dengan sabar dan setia menungguku hingga tiba saatnya
Tapi, kesempatan itu tak pernah tiba
Hingga akhirnya Tuhan memilih mengambilmu terlebih dahulu, untuk kembali kepada-Nya

"Tak ada kesempatan kedua, hanya ada sesal dari dalam hati dan air mata."


Butuh waktu yang sangat lama untuk meyakinkanku kau telah tiada
Kepergian yang begitu cepat, tak pernah kukira
Nozandra Avandira,
Seseorang yang menjadikanku cinta pertamanya
Seseorang yang dengan setia menjadi tempatku bercerita
Sosok yang selalu ada, sosok yang mencintaiku apa adanya
Meninggalkan dunia, membawa luka cinta yang akan selalu menganga
Ketulusan cinta yang tak pernah mau kusadari keberadaannya

"Luka yang tak akan pernah kering itu, luka (milik) Andra."


Pagi itu kujelaskan padanya,
Aku tak ingin mengulang lagi kesalahan yang sama
Aku tak ingin kehilangan sosok itu, seperti kehilanganmu
Kuhargai sisa waktuku untuk membayar ganti rugi terhadapmu

Aku tak ingin menyia-siakan seseorang yang mencintai dan kucintai
Aku ingin bahagia, meski rasa bersalahku padamu masih tetap ada
Tenang, Ndra, akan kubayar lunas semua rasa yang pernah ada padamu
Kuyakinkan padamu, dengan bersamanya, aku akan baik-baik saja

Aku tak akan menyakitimu lagi, mengganggumu lagi
Tidurlah, Andra, tidurlah dalam damai surga-Nya
Luka yang tak akan pernah kering itu biar kami sembuhkan berdua

Well!
Mungkin ini menjadi kali terakhirku menengok tempat peristirahatanmu
Aku tak akan kembali lagi, aku ingin meneruskan hidup tanpa bayang-bayangmu lagi
Mengertilah, tidak enak rasanya hidup dengan penuh rasa bersalah 
Meski aku tak lagi kembali, kita akan tetap tersambung di dalam doa
Aku tak akan pernah lupa mendoakanmu sampai akhir waktuku,
Percayalah!

Senin, 26 Mei 2014

Inikah Cinta atau Sekadar Rasa Nyaman Belaka?


Banyak orang bertanya mengapa,
"Mengapa kamu memilih dia?"

Banyak orang bertanya apa,
"Apa kamu yakin memilih dia?"

Banyak orang bertanya bagaimana,
"Bagaimana bisa kalian saling jatuh cinta?

Banyak orang bertanya unsur-unsur 5W+1H,
seputar aku dan dia.

Dalam jurnalistik keenam unsur ini menjadi kunci
Untuk mendapatkan rangkaian jawaban pertanyaan
Dan seputar tema pertanyaan kali ini;
Aku tak pernah bisa menjawab!

Aku tak berani memastikan apa yang kurasa selama ini cinta atau sekadar rasa nyaman belaka
Kita terbiasa bersama, lalu tidak, (mungkin) itu sungguh akan menyiksa
Kita hanya menjalani apa yang harus kita jalani
Kita tidak sedang membersamai waktu dengan keterpaksaan
Seperti aku punyamu, kamu punyaku.

Kita masih muda, masih punya waktu untuk menentukan pilihan masa depan
Kita masih punya kesempatan, untuk mendapatkan orang yang mungkin lebih tepat
Kita tidak sedang membersamai waktu dengan sebuah ikatan
Seperti apapun yang terjadi nanti, kita adalah satu.

Tidak,
bagi kami itu ketinggian.

Aku sangat beruntung menemukan dan mendapatkanmu,
Yang bisa memiliki tanpa banyak tuntutan
Aku bisa tetap menjadi diriku sendiri
Melakukan apa yang aku suka;
Menyibukkan diri, menghilang, dan tiba-tiba kembali
Semoga kau tahan,
Dengan sikap dan ritme kehidupanku yang seperti ini.

Maaf, jika mungkin justru aku yang terlalu banyak menuntut
Apalagi sering tak mau kalah, tak mau mengalah
Tapi dibalik itu semua aku nggak mau, kamu;
Menjadi seseorang yang asing bagiku

Kamulah alasan mengapa kini aku lebih bahagia daripada beberapa waktu lalu
Kamu berhasil menggantikan mereka semua yang hilang;
Semua dengan caramu
Dan aku merasa nyaman dengan hal itu



Inikah yang disebut cinta; ataukah sekadar rasa nyaman belaka?

Kamis, 22 Mei 2014

Jika Waktu



Jika waktu adalah pertemuan, maka;
Aku adalah orang paling beruntung dapat dipertemukan dengan sosokmu.

Jika waktu adalah kesempatan, maka;
Aku tak pernah mampu menghitung tiap kesempatan menyelinap pergi berdua denganmu.

Jika waktu adalah kebahagiaan, maka;
Aku adalah orang yang bahagia bisa bercakap, bercanda, dan tertawa bersamamu.

Jika waktu adalah ancaman, maka;
Aku adalah orang yang merasa terancam karena diam-diam tak ingin jauh atau kehilanganmu.

Jika waktu adalah ingatan, maka;
Aku adalah orang yang tak pernah bisa berhenti mengingat bentuk perhatian kecilmu.

Jika waktu adalah rindu, maka;
Aku adalah orang yang tak pernah bisa berhenti merindukanmu.

Jika waktu adalah doa, maka;
Aku adalah orang yang tak pernah lupa mendoakan segala kebaikanmu.

Jika waktu adalah harapan, maka;
Aku adalah orang yang paling egois ingin menghabiskan waktuku bersamamu.

Jika waktu adalah keberuntungan, maka;
Aku adalah orang yang paling beruntung kini menjadi wanita pilihanmu.

Jika waktu adalah KAMU, maka;
Aku adalah orang yang tak pernah bisa berhenti memikirkanmu.


HAPPY A MONTHVERSARY !
"I really cannot explain it and I don't really know why or even how,
but it feels right when I am with you." 
I LOVE YOU