Sabtu, 02 Agustus 2014

Diantara Hujan dan Teduh



Aku sadar
Tidak semua laki-laki bisa bertahan seperti kamu
Seseorang yang dengan sabar mau mendengar keluh kesah
Tentang masa lalu yang tak akan pernah selesai

Inilah aku; perempuan yang masih hanyut dalam kenang masa lalu
Dan kamu adalah laki-laki paling sabar mendengar cerita-ceritaku
Berulangkali kau katakan tak akan cemburu
Katamu cemburu itu tanda tak mampu
Tapi lama-kelamaan aku pun yakin bahwa mungkin kau tak betah dengar ceritaku

Ini kesalahanku, upaya gagal melupakan masa lalu
Aku tahu melupakan 'mereka' tidak semudah membalik telapak tanganku
Tapi kutawarkan sekali lagi, kuberikan kesempatan untukmu
Apakah kau masih ingin bersama denganku?
Katakan saja, aku tidak akan marah
Sungguh

Diantara hujan dan teduh aku selalu merasa
Bahwa hadirmu jauh lebih baik daripada memilih keduanya
Kau selalu berhasil menciptakan keadaan
Entah dengan cara apa



Sendiri mungkin baik, tapi jika kita bersama akan lebih baik
Kuharap kau tidak marah :)

Jumat, 13 Juni 2014

Luka yang Tak Akan Pernah Kering



"Setiap orang pasti pernah terjatuh, lalu terluka
Setelah berapa lama bekasnya akan mengering, sisakan cerita
Tapi ada satu luka yang tak akan pernah kering
Luka bahagia"

Pernah suatu hari aku duduk beratapkan langit biru sambil bertanya-tanya, "Dimana Andra?"
Padahal dahulu kenyataannya aku adalah 'siapa' tanpa dia, tidak berarti apa-apa
Apakah hidupku kini bagai seorang yang angkuh, tak mau lagi tahu sosok Andra?
Dimanakah dia? Empat tahun kepergiannya aku seperti telah lupa

Beberapa waktu lalu aku mengunjungi tempat peristirahatan terakhirnya di Surabaya
Aku datang tanpa karangan bunga, aku tahu Andra tak suka bunga
Aku hanya membawa sebuah buku catatan kecil dan pena
Kubacakan cerita sambil sesekali menatap nisan bertuliskan nama, tanggal lahir, dan tanggal kepergiannya

Aku banyak bercerita tentang dia,
Seseorang itu berhasil mengalihkan kesedihanku selama hampir dua bulan keberadaannya
Seseorang yang berhasil mengalihkan perhatian Andra
Tanpa tangis lagi, tanpa air mata

Inilah luka, luka bahagia
Bertahun-tahun tak pernah berhasil kualihkan bayangan Andra
Kini, bersamanya, hari-hariku tampak lebih berwarna

Ketidakadilan seperti yang diungkapkan Mas Hendra benar adanya
Tidak seperti dia; kamu yang dekat begitu lama, justru kubiarkan begitu saja
Tanpa takut kehilanganmu, kuabaikan rasa demi sosok cinta pertama
Padahal kamu, dengan sabar dan setia menungguku hingga tiba saatnya
Tapi, kesempatan itu tak pernah tiba
Hingga akhirnya Tuhan memilih mengambilmu terlebih dahulu, untuk kembali kepada-Nya

"Tak ada kesempatan kedua, hanya ada sesal dari dalam hati dan air mata."


Butuh waktu yang sangat lama untuk meyakinkanku kau telah tiada
Kepergian yang begitu cepat, tak pernah kukira
Nozandra Avandira,
Seseorang yang menjadikanku cinta pertamanya
Seseorang yang dengan setia menjadi tempatku bercerita
Sosok yang selalu ada, sosok yang mencintaiku apa adanya
Meninggalkan dunia, membawa luka cinta yang akan selalu menganga
Ketulusan cinta yang tak pernah mau kusadari keberadaannya

"Luka yang tak akan pernah kering itu, luka (milik) Andra."


Pagi itu kujelaskan padanya,
Aku tak ingin mengulang lagi kesalahan yang sama
Aku tak ingin kehilangan sosok itu, seperti kehilanganmu
Kuhargai sisa waktuku untuk membayar ganti rugi terhadapmu

Aku tak ingin menyia-siakan seseorang yang mencintai dan kucintai
Aku ingin bahagia, meski rasa bersalahku padamu masih tetap ada
Tenang, Ndra, akan kubayar lunas semua rasa yang pernah ada padamu
Kuyakinkan padamu, dengan bersamanya, aku akan baik-baik saja

Aku tak akan menyakitimu lagi, mengganggumu lagi
Tidurlah, Andra, tidurlah dalam damai surga-Nya
Luka yang tak akan pernah kering itu biar kami sembuhkan berdua

Well!
Mungkin ini menjadi kali terakhirku menengok tempat peristirahatanmu
Aku tak akan kembali lagi, aku ingin meneruskan hidup tanpa bayang-bayangmu lagi
Mengertilah, tidak enak rasanya hidup dengan penuh rasa bersalah 
Meski aku tak lagi kembali, kita akan tetap tersambung di dalam doa
Aku tak akan pernah lupa mendoakanmu sampai akhir waktuku,
Percayalah!

Senin, 26 Mei 2014

Inikah Cinta atau Sekadar Rasa Nyaman Belaka?


Banyak orang bertanya mengapa,
"Mengapa kamu memilih dia?"

Banyak orang bertanya apa,
"Apa kamu yakin memilih dia?"

Banyak orang bertanya bagaimana,
"Bagaimana bisa kalian saling jatuh cinta?

Banyak orang bertanya unsur-unsur 5W+1H,
seputar aku dan dia.

Dalam jurnalistik keenam unsur ini menjadi kunci
Untuk mendapatkan rangkaian jawaban pertanyaan
Dan seputar tema pertanyaan kali ini;
Aku tak pernah bisa menjawab!

Aku tak berani memastikan apa yang kurasa selama ini cinta atau sekadar rasa nyaman belaka
Kita terbiasa bersama, lalu tidak, (mungkin) itu sungguh akan menyiksa
Kita hanya menjalani apa yang harus kita jalani
Kita tidak sedang membersamai waktu dengan keterpaksaan
Seperti aku punyamu, kamu punyaku.

Kita masih muda, masih punya waktu untuk menentukan pilihan masa depan
Kita masih punya kesempatan, untuk mendapatkan orang yang mungkin lebih tepat
Kita tidak sedang membersamai waktu dengan sebuah ikatan
Seperti apapun yang terjadi nanti, kita adalah satu.

Tidak,
bagi kami itu ketinggian.

Aku sangat beruntung menemukan dan mendapatkanmu,
Yang bisa memiliki tanpa banyak tuntutan
Aku bisa tetap menjadi diriku sendiri
Melakukan apa yang aku suka;
Menyibukkan diri, menghilang, dan tiba-tiba kembali
Semoga kau tahan,
Dengan sikap dan ritme kehidupanku yang seperti ini.

Maaf, jika mungkin justru aku yang terlalu banyak menuntut
Apalagi sering tak mau kalah, tak mau mengalah
Tapi dibalik itu semua aku nggak mau, kamu;
Menjadi seseorang yang asing bagiku

Kamulah alasan mengapa kini aku lebih bahagia daripada beberapa waktu lalu
Kamu berhasil menggantikan mereka semua yang hilang;
Semua dengan caramu
Dan aku merasa nyaman dengan hal itu



Inikah yang disebut cinta; ataukah sekadar rasa nyaman belaka?

Kamis, 22 Mei 2014

Jika Waktu



Jika waktu adalah pertemuan, maka;
Aku adalah orang paling beruntung dapat dipertemukan dengan sosokmu.

Jika waktu adalah kesempatan, maka;
Aku tak pernah mampu menghitung tiap kesempatan menyelinap pergi berdua denganmu.

Jika waktu adalah kebahagiaan, maka;
Aku adalah orang yang bahagia bisa bercakap, bercanda, dan tertawa bersamamu.

Jika waktu adalah ancaman, maka;
Aku adalah orang yang merasa terancam karena diam-diam tak ingin jauh atau kehilanganmu.

Jika waktu adalah ingatan, maka;
Aku adalah orang yang tak pernah bisa berhenti mengingat bentuk perhatian kecilmu.

Jika waktu adalah rindu, maka;
Aku adalah orang yang tak pernah bisa berhenti merindukanmu.

Jika waktu adalah doa, maka;
Aku adalah orang yang tak pernah lupa mendoakan segala kebaikanmu.

Jika waktu adalah harapan, maka;
Aku adalah orang yang paling egois ingin menghabiskan waktuku bersamamu.

Jika waktu adalah keberuntungan, maka;
Aku adalah orang yang paling beruntung kini menjadi wanita pilihanmu.

Jika waktu adalah KAMU, maka;
Aku adalah orang yang tak pernah bisa berhenti memikirkanmu.


HAPPY A MONTHVERSARY !
"I really cannot explain it and I don't really know why or even how,
but it feels right when I am with you." 
I LOVE YOU

Kamis, 01 Mei 2014

Tanpa Alasan

Kanda University of International Studies, Chiba, Japan

Kali ini aku tak bisa menjawab,
............. benar-benar tak bisa menjawab!

Tentang sebuah putaran pertanyaan yang entah sepertinya tak akan pernah bisa terjawab
Siapapun kamu, saat mendapatkan posisi serupa, 
Jika kau mencintainya, pasti tak akan pernah bisa menjawab

Cinta.
Apa yang kau ketahui tentang cinta?
Apa yang kau rasakan tentang cinta?
Apa yang kau mampu katakan tentang cinta? Dan;
Bagaimana awal kau memulai itu semua?

Pertanyaan berbau merah jambu
Seputar rindu dan cemburu
Eh enggak sih, kamu nggak pernah bisa cemburu
Ditanya kenapa... nggak tau
Aneh ya, tanpa tahu jawabnya semuanya cuma bisa serba kamu

Aih.. kamu
Kok bisa ya aku sekarang sama kamu?
Padahal kan selama ini bukan kamu
Bahkan aku tak pernah berharap itu kamu
Sumpah!

Kita berdua rekan tim satu produksi bersama yang lain
Kenapa bisa-bisanya jadi, punya rasa saling untuk mau mengerti?
Kenapa sih? Kok bisa sih?
Duh parah, ini sih harusnya nggak sampai terjadi

Terlepas dari pertanyaan mengapa, aku hanya tersenyum jika mengingatnya
Semua terjadi begitu saja tanpa ada seorang pun yang mungkin sadari
Kapan rasa itu mulai hadir, kapan diam-diam saling mengamati,
Kapan akhirnya meyakini kebiasaan itu adalah apa yang orang katakan dengan cinta

Cinta?
Kamulah alasannya.
Kita tidak tahu bagaimana jalan yang ada di depan sana
Jika akhirnya kita nanti ditakdirkan bersama atau tidak bersama
Kamu tetap alasannya

Selama aku bukan penghancur impian dan cita-cita 
Selama kamu bukan peredup semangat dan bahagia 
Selama kita percaya dan saling menjaga 
Selama itu pula kita adalah sepasang dari sekian juta umat manusia...

...yang tak perlu alasan untuk saling jatuh cinta :)

Sabtu, 26 April 2014

Aku adalah Aku




"Kita pernah saling mencari, kini tiba saatnya kita dipertemukan.
Kita pernah saling mengingkari, kini tiba saatnya untuk saling memahami."


Kita, bukan raga terjebak oleh rasa 'mengapa', tapi belajar menerima satu dengan yang lainnya

Pernahkah kamu berpikir sebelumnya bahwa aku yang selalu ada dalam keseharianmu,
Seseorang pernah merasa angkuh terhadap sikap-sikapmu, 
Kini satu irama jalan dengan langkah kakimu?

Mungkin bagimu tidak; pun aku.
Sekarang, bagaimana jika kita coba saja
Berjalan di jalan yang sama pahami rasa yang kini telah mulai terbiasa?

Mengapa tidak?
Tapi semua tetap kembali pada diri masing-masing
Kita tidak tahu siapa dan bagaimana ujung jalan yang ada di depan nanti
Selama itu terserah padaku/ padamu

Jika kau temukan seorang lain yang (menurutmu) tepat, katakan saja
Aku tidak akan marah.
Pun aku akan katakan jika aku temukan dan itu ternyata bukan kamu
Toh kita sudah sepakat

Aku tidak meragukanmu, kau juga tidak meragukanku
Kita mencoba realistis, tidak memaksakan apa yang seharusnya tidak dipaksakan

Perasaan tetap perasaan
Kita tak mungkin bohongi perasaan masing-masing untuk tentukan siapa orang yang tepat
Daripada kita harus menjadi orang lain dan merasa harus menjadi orang lain??
Yakali, rempong lah ya cin~ hahaha
Bukankah lebih baik jika kita terbuka saja untuk masalah hati dan segala hal tentang ini

Aku seseorang yang ada untukmu.
Teman terbaikmu, sahabat terdekatmu, dan (mungkin) kekasih hatimu
Tentu saja aku tak ingin melihatmu mendapatkan orang yang tak tepat
Termasuk jika itu diriku sendiri

Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan hakiki
Bahagiaku adalah bahagiamu
Aku akan bahagia bersamamu jika kau temukan 'dia' yang tepat
Kau akan bahagia bersamaku jika kutemukan 'dia' yang tepat
Aku mendoakanmu,
Kamu mendoakanku

Kita akan temukan jawabannya suatu saat nanti
Bukankah begitu, sayang?

Sejauh ini,
Kita adalah rasa yang mengendap diam-diam dalam segala bentuk rindu dan cemburu
Kita adalah bahagia yang menjelma dalam setiap pertemuan semu

---

Aku adalah aku
Seseorang yang (semoga) selalu ada di dalam doamu
Seseorang yang memutuskan untuk jatuh kepadamu


"Seseorang yang mencintaimu"

Semoga pun kau :)

Selasa, 22 April 2014

Seseorang itu, Kamu


Sabana 2 Merbabu
'

"Kenapa harus jauh-jauh mencari, kalau ternyata dalam dirimu saja telah aku temukan?"


Mungkin 'proses mencari' merupakan satu kesalahan terbesar hingga aku temukan
Kamu bahkan ada tak lebih jauh dari lokasi make a wish di hari ulang tahunku
Beberapa waktu lalu di lantai tiga sebuah laboratori rekam suara akademisi swasta
Kamu ada disitu, duduk bersebelahan denganku
Kita sama-sama menunggu; aku ketidakpastian, kamu rencana kejutan untukku 
Sampai akhirnya penantian yang sama itu tiba
Haru, tawa, bahagia... dan lagu selamat ulang tahun menyapa
Tak terbayangkan rasanya!

Ulangtahun ke-20

Api kecil melambai lucu pada tiap batang lilin atas permukaan tar
Memintaku untuk meniup, memadamkannya, dan memulai usia kepala dua
Aku ingat tradisi lama, berdoa untuk memohon kebaikan satu tahun ke depan sebelumnya
Kupejamkan mata, kurapalkan doa

"Terima kasih, Tuhan, Kau telah berikan rasa bahagia, kesehatan yang luar biasa, dan sahabat-sahabat setia seperti mereka. 
Terima kasih... selama ini Kau selalu memberikan yang terbaik untuk hamba. 
Menginjak usia ke-20 tahun ini ijinkan hamba menjadi pribadi yang baik dan lebih baik lagi. 
Ijinkan hamba mengukir prestasi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak. 
Ijinkan hamba membahagiakan keluarga ayah, keluarga bunda, umi-akung, kakak, keluarga, dan sahabat yang selalu ada menyerta. 
Terakhir, ijinkan hamba menemukan seseorang yang tepat dan mendukung keberhasilan ini. 
Tunjukkanlah siapa dia, seseorang yang kan mendukung impian dan cita-cita. 
Seseorang yang selalu ada dan tak berniatan menyakiti hati siapapun. Amien."

Fuuuh~ Fuuuh~ Fuuuhh~

Api lilin padam dilanjutkan riuh tepuk dan separuh kelegaan dalam hati yang tak tergambarkan
Usia dua puluh dimulai!

Sejauh waktu berjalan tak terlintas dalam pikiran siapa yang akan datang
Tuhan sengaja tak tampakkan sosok lelaki itu terang-terangan
Tahu-tahu saja ternyata dia adalah seseorang yang selalu ada selama ini
Seseorang yang dengan sabar menanyakan kabar dan keadaan
Seseorang yang entah kapan berlaku serius berlaku canda
Seseorang yang bahkan tak lebih jauh dari jangkauan kaki organisasi
Seseorang itu, kamu.


Lembah Cinta, katanya:)

Terimakasih telah berlaku seperti apa sebenar-benarnya kamu
Terimakasih telah memendam, mendoakan, dan mencintaiku dalam diam
Meski tak berhasil membawa namaku sampai puncak tertinggi Merbabu
Aku sudah cukup mengkhawatirkan keadaanmu, jangan nekat lagi ya, Nak!
Kita akan coba mulai jalani cerita ini
Kayaknya sih bakal lucu

Sanghai, China


Bodoh ya aku?
Kenapa dulu harus jauh-jauh mencari, kalau ternyata dalam dirimu saja telah aku temukan?



*NB: makasih ya foto-fotonya :3

Senin, 14 April 2014

Here You Now




Aku punya kebiasaan baru, ngeliat ada nggaknya bintang di langit malam
Agak sok melankolis sih sebenanya, tapi nggak ada salahnya juga sok melankolis
Tergantung... ngeliat bintangnya sama siapa

Dibilang beda, mungkin iya
Bahkan sekarang aku nggak bisa idealis lagi seperti dulu
Nggak sekaku masa-masa waktu itu *sebenarnya justru baik

Ya,
Mungkin aku sudah kembali
Atau bisa dibilang sudah mendapatkan jati diri

Inilah aku yang sebenar-benarnya aku
Seseorang yang pernah terjebak masa lalu
Seseorang yang mencoba keluar dari ritme kedisiplinan

Entah...
Dimana aku sekarang, sepertinya berada di jalan tak menyenangkan
Hidup segan mati tak mau #apalah

Dan... menemukan seseorang sepertimu yang... emm... aku juga nggak begitu paham
Telah cukup membuat hidupku bolak-balik tak karuan
Dia baik, kamu baik
Aku hanya ingin meninggalkanmu, segera
Secepatnya!
Tapi kupikir itu nggak mungkin, nggak mungkin bisa

Aku tak mau kejadian yang sama berulang
Semua masalah waktu itu sudah cukup membuat hidupku berantakan
Kemudian tak lama kamu datang
Duh, aku nggak mau 'jatuh' lagi
Apalagi jika kau anggap aku cuma mainan

Mana yang serius, mana yang cuma candaan?
Selama ini kau hanya menganggapku sebagai teman; pun aku demikian
Kubiarkan kau melirik kanan-kiri, menanyakan sana-sini
Tapi benar saja hatiku terkadang melawan
Menyangkal keberadaan siapa seharusnya kamu dalam pertemanan

Biar saja kau tahu
Kita memang bukan siapa-siapa, bukan apa-apa
Aku hanya mempertanyakan pikiranku sendiri yang mulai berantakan
Arrrrgh~

Sudahlah, aku menganggapmu hampir serius
Seperti pertanyaan-pertanyaan selama ini kuutarakan
Gara-gara kamu nih, aku jadi bingung kan!


"If you're special for me, you will find yours in my blog." 



Here you now!

Minggu, 23 Maret 2014

HAPPY BIRTHDAY



"Selamat ulang tahun ke-20, Medha!!"


Subhanallah... Masih tergambar jelas kemeriahan empat hari yang lalu ketika sahabat, saudara, kerabat, dan teman-teman ucapkan satu kalimat yang terdengar/ terbaca sangat mengharukan itu.

Menginjak usia kepala dua tentu saja bukanlah waktu yang mudah dalam mengarungi suka dan duka. Canda, tawa, bahagia, amarah, air mata... semuanya ada dan terangkum manis dalam mengantarkan usia menuju dewasa ini.

Terima kasih untuk segala doa, harapan, dan semangat yang selalu kalian berikan. Terima kasih telah menjadi bagian dari keluarga yang selalu mendukung baik secara material maupun spiritual. Tanpa kalian Medha tak akan pernah menjadi perempuan yang mampu bertahan setegar ini, sekuat ini.

Bismillah... Dengan bertambahnya usia, semoga Medha terus bisa menjadi pribadi yg baik dan terus lebih baik lagi. Maaf jika selama ini ada salah prakata dan perbuatan; baik yang disengaja maupun tidak sengaja yang melukai hati kalian semua. Sungguh, tak ada niatan bagi Medha untuk menyakiti.


Sekali lagi terima kasih untuk segala yang telah kalian berikan. Semoga Allah Yang Maha Segalanya membalas kemuliaan kalian semua berlipat ganda. 

Amin

Ditulis dengan bahagia,
Medha Zeli Elsita

Selasa, 18 Februari 2014

Terimakasih Burung-Burung Kertas


Hai, Verliefders!

Belum lama aku kembali dari Tokyo
Lebih dari satu minggu kuhabiskan waktu untuk suatu proyek bernama D'Catch disana
Ada hal menarik lebih dari yang menarik yang hendak kuceritakan padamu disini
Kisah tentang Burung-Burung Kertas!

Mungkin sebagian darimu sudah terlanjur bosan mendengar cerita satu ini
Kisah yang sama, berulang-ulang, dan begitu-begitu saja
Semoga tidak ya, semoga hanya firasat burukku saja :)
Baiklah, sebelum memulainya boleh kan jika kusenandungkan lagunya?

Terbang tinggi dari angkasa
Tanpa paruh dan kepaknya bersuara
Sampaikan salam
Lebih dari yang bisa diucapkan

Burung-burung kertasku cepatlah datang
Tak sabar aku menunggu pesan kerinduan dari seberang
Burung-burung kertasku kaulah harapan
Tetaplah terbang bawa
Kenangan sampai ke ujung penantian

Namun kini kau telah menghilang
Meruntuhkan separuh harapan
Pantaskah ku cari dan kucapai
Tuk membawamu pulang kembali

Pembaca setia Verloren Liefde pasti ingat betul
Bagaimana dulu burung-burung kertas pernah menjadi kisah penuh pertanyaan
Tentang penantian harapan, penantian kabar dari seberang,
Penantian kepastian :)

Tak main-main soal penantian yang mereka bilang tampak main-main
Kisah persahabatan di atas lembaran kertas yang berawal dari kesenangan
Berawal dari karya nyata, berakhir dengan air mata
Oh! *please... ini sih lebay hahaha

Ternyata yang terjadi sampai sekarang adalah kisah itu (belum) berakhir
Belum benar-benar berakhir
Aku hanya mengakhirinya secara sepihak
Sekedar untuk menenangkan diri

Tuhan berkata lain dengan memberiku sebuah kesempatan 
Untuk bisa menjamah Negeri Sakura yang tak pernah kubayangkan

Negeri Sakura
Kepulauan nan jauh di seberang
Tanah yang pernah menawarkan kerinduan dari perantauan
Ah, Burung-Burung Kertas!
Lagi-lagi ini yang muncul dari kepalaku berkali-kali

Tak ada yang bisa kubayangkan selain kenangan
Muncul satu persatu dan terangkai jadi satu kesatuan
Ingatan yang dulu pernah terkubur dalam-dalam
Perlahan muncul lagi ke permukaan




Dan pada kesempatan kali ini kubawa 'satu'
Kubawa dia pulang sebagai perlambang
"Lihat aku, jika menjangkaumu saja aku tak mampu, akan kulakukan apapun itu!"

Telah kujejakkan kakiku di tanah yang pernah kau jejak ini
Kubawa serta burung kertas yang patah sayapnya dan tak mampu terbang lagi
Pulanglah ke tanahmu, kembalilah
Ku tahu persis kini kau mulai lelah

Terimakasih untuk segala jerih payahmu selama ini
Terimakasih kau telah hubungkan jarak kerinduan yang tak terjamah pinggan
Terimakasih kau pernah menjadi yang paling berarti diantara kami
Terimakasih ... sekali lagi kuucapkan terimakasih




Jika suatu hari kau harus kembali,
Kembalilah kita tuk jalin persahabatan :)

Senin, 20 Januari 2014

Jodoh Pasti Bertemu - Afgan



Udah suka sama lagunya sejak lama, baru liat vido klipnya hari ini

Kemudian tersadar ...




Lho bukannya aku pernah melakukan hal yang sama beberapa tahun silam?? 

:')

Jumat, 10 Januari 2014

Happy New Year



Selamat datang 2014!
Ijinkan aku mengucapkan selamat tahun baru 2014
Semoga tahun ini kita dapat hidup lebih baik dari tahun sebelumnya
Amien... *terlepas dari kontroversi boleh tidaknya merayakan tahun baru tentunya

Hai!
Apa kabar?
Senang bisa menyambut Verliefders lagi untuk kesekian kali
Dan postingan ini adalah posting pertama Verloren Liefde pada tahun 2014
Wah! Sepertinya hari berganti begitu cepatnya
Kesibukan sepanjang 2013 lalu nyaris membuatku lupa
Bahwa ada blog harian yang tak boleh lupa untuk kutulis dan ceritakan pada kalian semua

Alhamdulillah... 2013 menjadi batu loncatan yang baik untuk bahagiaku
Paling tidak aku merasa jauh lebih baik dari tahun yang sebelumnya lagi, yakni 2012
Lebih banyak bersyukur dan terus berpikir positif sepanjang hari
Dampaknya? Ya... terang saja no more galau
Hahaha, masih sering kebawa sih, namanya juga manusia
Tapi tak separah 2012
*kalian yang dekat denganku pasti tahu itu

2014 harus menjadi tahun yang lebih baik lagi tentunya
Februari nanti insyaallah aku akan berangkat ke Chiba
Kau tahu dimana Chiba?
Yup, Jepang!
Iya, Jepang... JEPANG!
Tempat dimana Burung-Burung Kertas pernah dilahirkan ...
#BLARRR~ *efek suara petir menyambar*

Selama 8 hari disana aku tidak akan main-main, atau parahnya, GALAU MAINSTREAM
Tenang... hahaha, aku tidak akan begitu karena akan ada rangkaian proyek yang harus kukerjakan
Salah satunya rangkaian proyek D'Catch (kapan-kapan akan kuceritakan)
Semacam proyek pertukaran video budaya antarbudaya
Antara China, Jepang, Filipina, Thailand, dan Indonesia

Aku tidak pernah bermimpi untuk pergi ke Jepang
Bahkan waktu SMA aku pernah keluar dari kelas Jepang untuk ganti kelas Arab
Hanya karena saat itu aku merasa aku bodoh dalam pemahaman bahasa ini
Hiks! Sedih.
Tapi aku masih belum tahu apa maksud Tuhan berikan kesempatan ini
Aku khilaf saat masih duduk di bangku SMA dulu pernah bilang,
"Kalaupun dapat secara cuma-cuma nggak mau aku pergi ke Jepang!"
Well... aku memang penjahat lidah paling keji sedunia
Maaf ya, aku khilaf sekarang .____.

Bumi akan terus berputar
Keadaan akan terus berubah
Lain waktu akan kuceritakan pengalaman ini
Aku hanya tidak tahu apa yang akan kuceritakan sekarang
Aku hanya ingin menegaskan,

Bahwa tak ada yang tak mungkin untuk sebuah harapan